[Review Buku] Harry Potter and The Cursed Child (Skenario I & II)

Judul Buku : Harry Potter and The Cursed Child (Skenario I & II);

Judul Indonesia : Harry Potter dan Si Anak Terkutuk;

Pengarang : J. K. Rowling, John Tiffany, Jack Thorne;

Penerjemah : Rosi. L. Simamora;

Tahun Terbit/ Cetakan: 2018 / 1;

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama;

Genre/Rate : Misteri, Fantasi, Petualangan / Remaja;

Negara Asal : Britania Raya;

Tebal Buku : 384 hal.


Hai potterhead! Kecintaanku pada cerita Harry Potter kumat lagi, jadi buku ini yang kubeli dari tahun 2018 akhirnya kubaca sekarang hahaha. Buku Harry Potter and The Cursed Child (Skenario I & II) bukanlah novel, tapi naskah pementasan teater. Jadi bukan hanya J.K.Rowling yang berkarya disini. Sempat banyak yang protes sih dengan pementasannya karena para tokoh kurang sesuai, apalagi yang pemeran Hermione.

Aku sempat ragu membeli buku ini, takut tidak dapat feel sama dengan novel-novel Harry Potter sebelumnya. Tapi ternyata setelah baca sejak halawan awal, aku ketagihan dan baca sampai habis hanya dalam waktu 3 hari saja. Dari gambar kover dan judulnya, kita pasti akan berpikir dan menebak-nebak siapa sang anak terkutuk. Pikiranku berkata tidak mungkin anak Harry maupun Draco. Apalagi tingkah Draco yang sudah lebih baik. Wah, ternyata ada tokoh baru! Apalagi ada ramalan jahat yang baru diketahui dan untung saja berhasil dienyahkan para pejuang sihir Potter dkk.

Cerita yang Lebih Dewasa, Sulitnya Menjadi Orangtua

Cerita buku ini dimulai dengan latar waktu 22 tahun setelah pertempuran Hogwarts. Harry Potter telah menjadi kepala departemen pelaksanaan hukum sihir. Ginny bekerja di harian Daily Prophet bagian olahraga (tidak heran karena dia pemain bagus tim Quidditch). Hermione Granger menjadi menteri sihir! Sementara suaminya, Ron Weasley mengelola toko lelucon dan fokus mengurus anak-anak mereka.

Mereka kembali bertemu ketika mengantar Albus (anak Harry) dan Rose (anak Hermione-Ron yang sifatnya mirip dengan sang ibu) ke sekolah di stasiun kereta api King’s Cross. Di kereta, Albus dinasihati Rose untuk memilih teman yang baik. Tapi Albus malah bertemu dengan Scorpius, anak Draco Malfoy dan malahan jadi sahabat!

Scorpius punya ibu yang sakit-sakitan dan akhirnya meninggal. Karena itu dia digosipkan adalah anak dari Voldemort. Sementara Albus sang putra bungsu dan terpilih masuk asrama Slytherin menganggap kepopuleran ayahnya sebagai beban. Mereka berdua senasib dan merasa sepi, sehingga jadi berteman baik. Uniknya bagi pecinta Draco-Hermione, disini Scorpius menyukai Rose loh!

Pembalik Waktu dan Rencana Membuat Cedric Tetap Hidup

Suatu kali, kementerian lebih tepatnya Hermione menyimpan pembalik-waktu yang dimiliki Theodore Nott. Pembalik waktu pernah dimiliki Hermione di buku ketiga Harry Potter dan Tawanan Azkaban pada hal. 486. Ada alasan mengapa Hermione menyimpannya dan ternyata kabar itu tersebar luas, hingga ayah Cedric Diggory mendatangi rumah Harry. Amos meminta Harry untuk mengembalikan lagi anaknya dengan pembalik waktu.

Harry jelas menolak karena resiko yang besar jika mengubah waktu sekecil apapun itu. Namun percakapan mereka didengar oleh Albus. Delphi, ponakan Amos berkenalan dengan Albus dan secara tidak langsung memengaruhinya untuk mendapatkan pembalik waktu agar Cedric bisa selamat. Dimulailah rencana Albus, Scorpius juga Delphi dengan menyamar setelah minum ramuan polijus untuk masuk ke kementerian.

Di sisi lain, bekas luka Harry mulai terasa sakit dan kekhawatirannya semakin menjadi-jadi dengan kelakuan Albus. Centaurus di hutan terlarang bahkan memperingatkan Harry bahwa Albus berada dalam bahaya sampai membuatnya agak protektif: melarang Scorpius mendekat.

Setelah mendapatkan pembalik waktu, Albus dan Scorpius pergi ke masa dimana turnamen Triwizard berlangsung (Harry Potter 4). Pertama mereka pergi di tahap mengambil telur yang dijaga naga dan menggagalkan aksi Cedric. Tapi itu malah membuat seseorang menghilang dan menjadikan salah satu pasangan kesukaanku malah tidak jadian. Hahaha. Cedric juga masih tetap mati di tangan Voldemort.

Terluntang-Lantung di Masa Lalu

Mereka mencoba lagi kembali ke masa lalu dengan membuat Cedric malu di tahap berenang dalam danau. Namun kali ini lebih fatal dari yang lalu! Albus menghilang karena Harry mati dan Pelahap Maut merajalela. Bahkan Scorpius pun dieluk-elukan di sekolah. Namun itu semua terasa salah. Dengan akal cerdiknya, dia mencari Snape dan membicarakan masalah pembalik waktu. Snape membawa Scorpius bersama-sama dengan buronan para pelahap maut: Ron dan Hermione! Mereka akhirnya bersama-sama dengan Scorpius kembali ke masa lalu di tahap naga dan menggagalkan sihir yang dibuat Scorpius-Albus sebelumnya. Namun ketika kembali di masa itu, mereka diadang dementor.

Scorpius berhasil selamat dan kembali ke masa depan. Disana dia dan Albus dimintai keterangan karena menggunakan pembalik waktu. Scorpius bertindak seolah alat itu hilang dan bersama-sama Albus merencanakan untuk menghancurkannya sendiri. Albus juga mengajak Deplhi. Rencana itu malah runyam karena mereka dilontarkan ke masa lalu di tahap labirin turnamen Triwizard. Kemudian mereka akhirnya terlontar juga ke masa lalu tepatnya di masa Voldemort akan membunuh orangtua Harry. Nah disini seru banget, Scorpius dan Albus punya rencana bagus dan membuat bala bantuan datang untuk mereka.

Buku Harry Potter and the Cursed Child masih punya sisi magisnya. Ada mantra sihir cukup banyak bertaburan bahkan ada mantra yang asing di pikiranku (atau sudah lupa karena baca Harpot sudah lama). Seperti mantra agar air berubah seperti bantalan: molliare.

Sisi Humor dan Manis yang Tetap Ada, Plot Rapi

Selain itu sisi humornya masih terselip. Bayangkan ada slogan seperti ‘merinding disko’ dan ‘sikat habis’ dalam percakapan. Kita juga serasa bernostalgia kembali ke masa lalu, tepatnya momen Harry Potter 1 bab pertama, juga di Harry Potter 4 khususnya pada turnamen Triwizard. Rasanya ingin baca buku Harpot lagi, kangen Snape juga karena dia muncul di buku ini 🙂

Momen manis Draco dan kawanan Potter terlebih Hermione akhirnya muncul disini. Pada hal. 279, di ucapan Draco pada bagian akhir halaman. Draco ikut berdiri di podium bersama mereka dan membela Harry juga Hermione di Kementerian Sihir. Sangat keren. Karakter mereka disini karena sudah dewasa jadi lebih baik. Walau disini, Harry berusaha belajar untuk menjadi ayah yang baik khususnya pada Albus yang “berbeda” dari anak-anaknya yang lain. Kebanyakan karakter di Harry Potter bahkan di buku ini begitu manusiawi dan bisa saja salah.

Aku juga suka dengan persahabatan Scorpius dan Albus. Mereka saling mendukung dan cocok satu sama lain karena perasaan kesepian, juga ingin lepas dari bayang-bayang orangtua. Scorpius anak cerdas serta kocak juga Albus yang pemberani. Perpaduan yang pas.

Secara plot cerita terjalin rapi dan menarik. Aku ingin membacanya terus-menerus. Oiya, soal pembalik waktu di buku ini tidak terlalu dijelaskan bentuknya. Namun bendanya bisa maju-mundur cantik, dioperasikan dengan cara ditekan dan mengeluarkan ledakan cahaya. Bisa kembali ke masa lalu jauh sebelumnya, tapi tidak lama hanya bertahan beberapa menit. Tidak banyak. Kadang kembali ke masa sekarang mengandung risiko: bisa patah tulang. Nah, sedangkan pembalik waktunya Hermione di Harpot 3 bentuknya kalung jam pasir. Hanya bisa kembali ke beberapa jam sebelumnya dan bisa bertahan cukup lama, kembali juga tidak ada efek samping seperti patah tulang.

Lumayan Banyak Typo Tapi Tetap Greget, Tidak Ngefek Kok!

Sayangnya cukup banyak typo di dalam buku ini. Di hal. xiv, ekpresi seharusnya ekspresi. Hal. 67 ada kegalapan yang seharusnya kegelapan. Pada hal. 102, ada ‘benar-benart’ yang seharusnya tidak ada ‘t’ di akhir kata. Hal. 118, ada Hogwars yang seharusnya kalian pasti tahu adalah ‘Hogwarts’. Di hal 131, ‘pelajaran-pelajran’.

Pada hal. 134, terhuyung-hyung. Di hal. 230, mengizikanku. Dalam hal. 256, kata ‘tidak’ dicetak dua kali dalam satu kalimat bersamaan. Hal. 290 ada terutup. Di hal. 310 pada kata ‘ayanya’. Dalam hal. 315, Godric’s Hollw. Dan pada hal. 324, Rodolphus ‘Lestrage’ yang seharusnya Lestrange. Pada hal. 101 ‘bergulak-gulik’ tidak kutemukan di KBBI maknanya.

Walau begitu ada juga beberapa kosakata yang kurang terlihat di bacaan lain. Misalnya kata menghidu dalam hal. 8 yang berarti mencium (bau). Kontemplatif di hal. 239 berarti membangkitkan renungan dan sebagainya dengan kebulatan pikiran atau perhatian penuh. Pengar berarti agak pening pada hal. 252. Misper pada hal. 82 berarti orang hilang (missing person).

Aku merekomendasikan buku ini sebagai bacaan mengasyikkan di rumah. Tidak perlu baca semua novel Harpot untuk baca kisah ini karena ceritanya yang berdiri sendiri. Jadi kira-kira siapa si anak terkutuk yang dimaksud novel ini hayoo? Temukan jawabannya dengan baca buku ini ya! Btw, baca juga yuk ulasan buku bergenre petualangan seperti Maze Runner disini.

Quote Bagus dari Harry Potter and The Cursed Child

“Kalau kau menanggapi gosip itu, gosip tersebut akan menjadi-jadi” ~ Harry (hal. 25)

“Kita tidak dapat memilih dengan siapa kita memiliki hubungan keluarga” ~ Delphi (hal. 40)

“Penderitaan harus dan akan datang” ~ Dumbledore (hal. 126)

“Kata orang, menjadi orangtua adalah pekerjaan paling sulit di dunia-tapi mereka salah-tumbuh besar lebih sulit lagi” ~ Draco (hal. 153)

“Dan tanpa Krum, Ron tidak pernah merasa cemburu dan rasa cemburu itu sangat penting, dan karenanya Ron serta Hermione tetap bersahabat baik tapi tidak pernah jatuh cinta” ~ Scorpius (hal. 157)

“Kadang-kadang pengorbanan dilakukan untuk ditanggung” ~ Snape (hal. 212)

“Kesempurnaan ada di luar jangkauan umat manusia, di luar jangkauan sihir” ~ Dumbledore (hal. 290)

Rating versiku : 5/5

 
Share :

Leave a comment