Halo! Aku mau memberikan sinopsis atau review drama Barat serial original Netflix, Bridgerton season 3 (2024) yang sudah lama ditunggu-tunggu. Berdasarkan novel romantis historikal karya Julia Quinn, serta penulis naskahnya Jess Brownell (sebelumnya Chris Van Dausen yang kini jadi produser eksekutif), dengan dua pemain utama yakni Nicola Coughlan dan Luke Newton. Kisah di season 3 merujuk pada buku keempat seri Bridgerton yang berjudul Romancing Mister Bridgerton, dengan fokus pada pasangan Penelope Featherington dan Colin Bridgerton. Drama Bridgerton season 3 (2024) berkisah tentang Penelope Featherington yang berusaha menemukan suami dibantu oleh Colin Bridgerton, namun ketika keduanya ingin menikah, masalah identitas Lady Whistledown membuat hubungan mereka kembali retak. Kamu bisa baca ulasanku tentang season SATU dan DUA sebagai pengingat cerita sebelumnya. Supaya kamu tidak bingung, boleh lihat bagan yang menunjukkan nama-nama dari Bridgerton bersaudara dibawah ini 🙂

Sinopsis dan Review Drama Bridgerton Season 3 (2024): Teman Tapi Jodoh Antara Bujangan Populer dan Penulis Gosip
Drama Bridgerton season 3 (2024) bermula dengan debutnya Francesca. Anthony dan Kate datang untuk ikut mengantarnya. Colin juga pulang di momen tersebut setelah berkelana selama beberapa waktu di Paris dan 16 kota di sekitarnya. Dia sempat memergoki Penelope yang melihatnya dari jauh, berpelukan bersama keluarganya di luar rumah. Francesca ini sangat tenang, bangun cepat, sarapan kemudian main piano di hari debut, padahal keluarganya menunggu dia keluar dari kamar. Walau begitu dia tampak gugup ketika akan menghadap ratu dan sempat seminggu sebelumnya baru pulang dari Bath untuk menenangkan diri. Ketika menikmati acara jamuan debut, Colin yang semula asyik ngobrol dengan para gadis mendekati Penelope. Dia agak heran melihat Eloise tampak akrab dengan Cressida. Ya memang Penelope sempat berpapasan dengan Eloise, namun dia dicuekin. Cukup canggung karena masalah mereka di ending season lalu.
Penelope yang tidak tahan dengan kelakuan ibu dan dua kakaknya yang sudah menikah namun sering bertingkah menyebalkan, sementara dia membutuhkan ketenangan sambil menjalankan karier rahasianya, penulis berita gosip dengan nama pena Lady Whistledown. Portia sibuk berusaha memastikan putri-putrinya mendapatkan ahli waris sehingga dapat mempertahankan aset rumah. Sementara dia berharap Penelope bisa menemaninya hingga tua, yang membuatnya makin jengah dengan keluarganya. Dia bertekad untuk keluar dari rumah, menemukan suami secepatnya sehingga akhirnya mengubah penampilan. Lebih dulu dia pergi ke butik langganan untuk minta dijahitkan gaun tanpa warna kuning lagi hahaha. Kalau boleh bergaya Paris, ciyeee, karena Colin sempat menyebut kota itu.

Colin Terpesona Pada Penampilan Baru Penelope
Di pesta dansa Lady Danbury tahun 1815, penampilan baru Penelope menarik perhatian semua orang (adegan turun tangganya mirip dengan Sam di film A Cinderella Story), tetapi berujung pada insiden memalukan yang Cressida lakukan. Dia sengaja menginjak gaun Penelope di depan Lord Debling, bahkan Eloise juga melihatnya. Saat Eloise mau mendekat, Penelope segera melarikan diri keluar dan terhenti sambil membuang jepit rambut ke tanah. Colin mengejarnya, bahkan berniat mau mengantarnya pulang. Gadis itu menolak dan Colin langsung bertanya kenapa surat-surat darinya tak pernah dibalas. Lelaki itu bahkan mengakui kalau selama berkelana dia merindukan Pen (kupanggil gitu aja ya!). Pen segera menyinggung soal perkataan tak baik dari Colin di season lalu. Colin mencoba meminta maaf, tapi Pen benar-benar tersulut emosi. Malam itu dia membuat buletin terbaru berisi gosip Colin sambil tersenyum puas.
Btw, seharusnya Violet akan pindah karena rumah mereka itu sudah menjadi milik Anthony dan istrinya. Namun Kate tidak mempermasalahkan jika wanita itu akan berlama-lama, karena sibuk mengurus putri-putrinya yang belum menikah plus dia menyarankan agar mereka berbulan madu saja lebih lama setelah mengerjakan beberapa tugas. Jadi mereka pergi lagi untuk sementara. Sementara di tempat lain, Portia didatangi petugas kerajaan yang ingin mencari tahu suksesi garis keturunan mereka. Soalnya sang sepupu, Jack ketahuan membawa lari kekayaan keluarga itu. Karena itu dia heran kenapa ada surat yang ditandatangani si Jack soal akan memberikan gelar selanjutnya ke cucu laki-laki Portia kelak, agak mengancam kalau sampai dokumen itu palsu sebelum ada ahli waris, bisa ada pergolakan. Colin menemui Penelope dan meminta maaf atas perkataannya dulu, menyatakan dirinya banyak bertualang dan makin dewasa. Dia bahkan menawarkan untuk membantu Penelope dalam pencarian suami, menyatakan bahwa mereka kan berteman, membuat gadis itu senang.

Bantuan Mendekati Pria oleh Teman Tersayang
Namun Pen langsung tersadar setelahnya, apa yang dia tulis di buletin semalam! Mulai dari tantangannya pada Ratu yang belum memilih sang berlian debut, hingga soal Colin yang berubah kepribadiannya entah karena memang betul atau sengaja menarik perhatian. Nah lo. Colin tahu soal itu dari buletin yang Eloise baca. Dia berujar tak peduli soal namanya, namun Colin tak akan memaafkan Whistledown karena perkataannya soal Marina dan Eloise musim lalu. Colin dan Pen beberapa kali bertemu diam-diam untuk belajar mendekati pria, yang 2 kali diperhatikan Eloise. Apalagi Pen pernah diajak ke rumah, ketika mau pulang dipergokinya.
Dari situ Eloise bertanya pada Colin, sehingga jadi tahu bahwa Pen mulai mencari suami di musim ini. Dia hanya ingin membantu apalagi gadis itu tak punya saudara laki-laki. Eloise bilang yang penting mereka jangan ketemuan di rumah ehemm. Mau tau mereka buat apa tadi di rumah? Karena denger suaranya Eloise, si Pen disuruh pergi ke ruang belajar. Ternyata ada tulisan jurnal Colin tentang wanita Paris, selain mata lelaki itu, Pen memuji tulisannya terang-terangan sampai ada barang jatuh dan serpihannya mengenai tangan. Pen melingkarkan kain untuk menutup lukanya dan mereka bertatapan canggung.

Ciuman Pertama Penelope dan Colin
Di pesta dansa yang ada ratunya, Pen meminta untuk melihat jurnalnya Colin lagi. Dia mau mempertimbangkan jika Pen bisa mengajak satu pria di sana untuk ngobrol, menyarankan seorang viscount yang berada di dekat mereka. Namun hanya karena kuda mati, sang viscount begitu berduka dan tidak berhasrat untuk mengobrol lebih lama hahaha. Di saat itu, Eloise tidak sengaja bercerita soal Colin yang membantu Pen mencari suami kepada Cressida. Rupanya terdengar beberapa gadis di dekat situ sehingga langsung tersebar di satu rumah tempat hajatan. Eloise sampai menyangka Cressida menggosipkannya, yang segera dia tepis. Colin begitu kesal pada Eloise, sampai pergi mencari Pen untuk minta maaf karena membicarakan hal itu pada sang adik.
Pada pesta itu, di sela-sela waktu, Portia mengajari dua putrinya yang telah menikah wawasan tentang tidur bersama suami agar bisa segera mendapatkan ahli waris. Untuk menghindari kecurigaan, Pen akhirnya menulis tentangnya sendiri di buletin Whistledown (kalau di novel sudah beberapa kali sih). Begitu pula soal keluarganya yang cepat-cepat pulang dari pesta karena ngebet bikin anak hahaha. Keresahan Pen tertambah ketika ibunya yang mencoba untuk menghibur tapi malah tak membantu sama sekali, membuat dia meminta ciuman dari Colin ketika lelaki itu datang. Adegan itu malah terbayang-bayang di pikiran Colin, begitu pula Pen yang merasa cintanya makin dalam untuk sang pria pujaan hati.

Cressida dan Penelope Mendekati Lord Debling
Eloise meminta maaf karena menyebarkan gosip, tetapi tetap menjaga jarak dari Pen. Seminggu gadis itu mendekam di kamar hingga berani lagi muncul di pesta dansa. Di sana dia ngobrol dengan Lord Debling yang juga menjadi incaran beberapa ibu untuk dijodohkan dengan putri mereka. Lelaki itu kaya dan sangat menyukai satwa, suka bertualang di alam lepas. Ibu Cressida menunjuknya yang terasa potensial untuk sang putri, mewanti-wanti agar cepat bergerak sebelum dia dan suami mencarikan jodoh. Colin juga mengawasi Pen dan Debling dari jauh, begitu pula esok harinya di acara pelepasan balon udara Hawkins. Ketika Pen sendiri di tenda kue, Colin cepat-cepat menemuinya dan bertanya soal pendapat gadis itu pada Debling. Dia terlihat cemburu karena Pen berujar sangat nyaman dengan Debling.
Di acara itu pula, Cressida meminta bantuan Eloise untuk menemaninya agar bisa mendekati Debling. Sebenarnya Eloise sudah memperingatkan karena malam sebelumnya Debling tampak berbicara lama dengan Pen. Namun Cressida juga kukuh karena sudah menargetkannya, apalagi setelah ngobrol, Debling punya visi misi sama dengannya. Ingin jauh dari keluarga karena tidak cocok. Pen yang mendekat sebenarnya mau pergi, tapi Debling keburu melihatnya dan memanggil untuk ngobrol bersama. Jadilah mereka berempat bicara soal burung dan alam hahaha. Baik Cressida maupun Pen berusaha untuk menarik atensinya. Karena ulah Prudence dan suaminya yang kepergok ciuman sama bapak tua, tali balon udara terlepas dan hampir menimpa Pen. Debling sampai melompat di atas tubuh Pen untuk melindungi, sementara Colin menggerakkan beberapa lelaki di situ untuk menahan si tali. Hal itu membuat Cressida kesal dan pura-pura berujar bahwa tali balon mengenai kakinya hingga Debling membantu untuk memapahnya.

Lord Debling Terkesan Pada Penelope, Benedict Memulai Hubungan dengan Lady Arnold
Selama peluncuran balon, Benedict bertemu dengan seorang wanita yang berprinsip tentang ilmu pengetahuan, ternyata adalah Lady Tilley Arnold. Seorang janda yang kemudian bertemu lagi dengannya di sebuah pesta dansa. Mereka jadi akrab setelah berdansa bareng. Di pesta itu pula, sekali lagi ibu Cressida menyuruh anaknya mencari momen untuk ngobrol dengan Debling. Sang suami sampai menurunkan uang saku karena Cressida terlalu selow. Dia sampai berebut cepat menuju si pria, Pen sampai kalah hahaha. Sementara Violet, ibu para Bridgerton, berkenalan dengan adik dari Lady Danbury, Lord Marcus Anderson. Dia kehilangan siluet Francesca yang agak risi dengan seorang marquess yang lalu sang ratu kenalkan. Dia tak suka dengan pria itu, yang sama dengannya punya banyak saudara, tapi mau punya anak banyak pula hahaha. Francesca sampai kabur keluar untuk mencari ketenangan dan seorang pria mendekatinya. Dia juga mencari ketenangan, membuat Francesca tersenyum manis.
Pen berhasil bicara lagi dengan Debling setelah Cressida pergi. Dia mengakui dirinya berbohong di pesta peluncuran balon, sebenarnya tidak menyukai rumput dan lebih suka menghabiskan waktu di rumah sambil baca buku bahkan menyukai gosip. Debling malah terkesan dan memberikan minuman untuknya, menyatakan dia lebih suka gadis yang tidak sama persis dengan dirinya. Colin bertanya pada Violet tentang persahabatan yang bisa berubah menjadi cinta dan mencoba mengungkapkan perasaannya kepada Pen. Namun Debling mengajaknya berdansa, yang diterima Pen sementara Colin memerhatikan dengan iri. Esoknya Debling juga mengunjungi Pen di rumah, membuat Portia sangat bersemangat dan masuk ke ruangan, menyatakan kesukaan anaknya yang sering duduk membaca di area ruang tamu sambil memandang ke luar jendela. Di sisi lain Benedict pergi ke rumah Tilley, wanita itu tak ingin hanya sekadar dikunjungi, sejak itu mereka memulai hubungan.

Marcus Meminta Jodoh Pada Lady Danbury, Francesca Terkesan dengan John
Marcus meminta bantuan Lady Danbury untuk mencarikan jodoh karena itulah alasannya kembali di London. Tetapi sang kakak menolak mentah-mentah. Betapa kagetnya keluarga Bridgerton ketika John Stirling, Earl Kilmartin mengunjungi Francesca di rumah. Mereka nyaris tidak bersuara hanya duduk bersama menikmati keheningan, membuat Violet dan para saudaranya ragu. Kemudian marquess-nya ratu datang dan John meminta permisi pulang. Mereka akhirnya pergi bareng bersama Eloise dan Colin ke perpustakaan, yang rupanya ada Pen dan Debling di situ. Percakapan Pen dan pria itu tentang buku berujung pada permintaan izin pada Portia untuk melamar. Setelah Debling pergi, Pen sempat berujar bahwa dia belum setuju, namun ibunya memberi pesan realistis agar tidak mencari cinta seperti dalam buku, seharusnya kepastian finansial. Beliau juga akan turun tangan jika Pen menolak.
Di jalan, Francesca dan ibunya berpapasan dengan John. Gadis itu segera mengadangnya, mau ajak ngobrol tapi kemudian dia agak salah paham, berpikir John tidak memiliki minat padanya, malah kepada musik yang terdengar dari arah belakang mereka. Colin makin tidak bersemangat dan tak berniat pergi ke pesta dansa. Namun Violet menasihati, bahkan memberitahu bahwa Portia bercerita kemana-mana kalau anaknya itu akan mendapat lamaran malam ini dari Lord Debling. Colin akhirnya berubah pikiran dan pergi ke pesta dansa Ratu di mana Pen dan Debling sedang berdansa. Pen sendiri sempat bertanya bagaimana kehidupan pernikahan mereka nanti yang pragmatis dan soal cinta, yang sayangnya Debling menjawab kalau pekerjaan lebih sering menyita waktunya daripada perasaan seperti itu.
Lord Debling Membatalkan Lamarannya Pada Penelope
Francesca secara terang-terangan menolak limun yang diberikan Lord Samadani, membuat ratu yang melihat dari kejauhan tampak kecewa. Gadis itu mau cepat pulang setelah mendapatkan kertas berisi not musik dari John. Violet yang ikut bersamanya tersenyum bahagia melihat Francesca tampak berbunga-bunga mencoba lagu yang mereka dengar lalu diubah lebih bagus oleh John untuknya. Sementara Colin yang sempat menginterupsi, meminta Pen berdansa bersama, lalu membujuk gadis itu untuk menolak Debling.
Lord Debling memberikan mereka kesempatan namun dengan gestur cemas, lalu Cressida meminta berdansa bersamanya. Gadis itu memberitahu Debling kalau Pen dan Colin bukan hanya teman sangat lama, namun mereka tetanggaan dan rumah mereka saling berseberangan. Mengetahui itu Debling akhirnya menyadari maksud kenapa Pen suka membaca sambil menatap keluar. Pria itu berniat pergi dan Pen segera mencegahnya. Debling mengucapkan selamat tinggal karena dia akan bepergian lama, kalau mereka menikah, dia tidak mau istrinya menyimpan perasaan pada pria lain. Pen juga tidak bisa menjawab ketika Debling menanyakan yang dia rasakan soal Colin, tidak bicara soal kemungkinan tapi kemauannya. Portia mendekati Pen ketika melihat Debling pergi, agak menegurnya, namun belum selesai bicara, Prudence mendekatinya dan menyatakan dirinya kemungkinan hamil, bukan hanya Philippa saja.
Colin Melamar Penelope di Drama Bridgerton Season 3!
Pen berhasil kabur ke kereta kudanya dengan mata berkaca-kaca. Colin mengejarnya dan meminta ikut masuk ke dalam untuk bicara berduaan. Dengan mantap Colin berujar kalau Pen sekarang sering hadir di mimpinya dan menyatakan perasaan. Pen yang sempat bilang mereka itu hanya berteman, namun memang dia menginginkan lebih. Mereka akhirnya berciuman hingga tak sadar sudah sampai di depan rumah Bridgerton. Colin turun dan melamar Pen! Mereka masuk ke dalam rumah dan Colin mengumumkan pada keluarganya, sementara Eloise kesal mendengarnya dan segera berjalan keluar dari ruangan. Pen mengejarnya dan Eloise bertanya bahwa apakah dia sudah memberi tahu Colin identitasnya sebagai Lady Whistledown. Namun Pen menjawab belum dan berjanji akan memberi tahu segera setelah menemukan waktu yang tepat.
Anthony dan Kate yang sedang hamil kembali ke kota. Tepat di hari buletin Whistledown tersebar dan memberitakan pertunangan Colin serta Pen. Di keluarga Featherington sendiri terjadi kehebohan karena mereka mengetahui dari buletin itu, bukannya dari Pen langsung hahaha. Eloise menemui Cressida dan curhat kalau dia merasa terjebak, bahwa Pen yang bertemu lebih dulu dengan Colin seperti memanfaatkan dia. Pen bersahabat dengannya untuk mendekati Colin. Cressida sendiri menjawab dengan ogah-ogahan, lalu memberi tahu Eloise bahwa orang tuanya sedang mengatur pernikahannya dengan Lord Greer, seorang pria tua. Dia berkata dengan satir mau menghabiskan uang dengan status terhormat seperti Lady Danbury, yang sayangnya tidak ditanggapi dengan baik oleh Eloise yang juga galau dengan Pen yang akan menjadi calon kakak iparnya hahaha.
Ratu Mengadakan Sayembara untuk Mengungkap Identitas Asli Lady Whistledown
Portia sempat salah mengira Pen telah menjebak Colin (takut dia karena Marina dulu pernah melakukan hal itu pada orang yang sama), tetapi lelaki itu tiba-tiba datang dan membela sang pujaan hati dengan pernyataan cinta. Untung 2 kakaknya sudah lebih dahulu menasehati untuk menyatakan cinta secara benar kepada Pen. Mereka pergi ke rumah masa depan yang ditunjukkan Colin, berujar kalau Pen adalah gadis yang paling berani dan pintar yang pernah lelaki itu kenal. Pen sangat terharu karena sikap Colin tadi, tak ada yang pernah membelanya seperti itu apalagi di depan sang ibu. Mereka akhirnya tidur bersama, Pen tidak ingin menghentikannya. Dalam perjalanan pulang mereka menemui banyak orang yang mendapat selebaran sayembara dari ratu, uang besar jika bisa mengungkap identitas Lady Whistledown.
Ada juga cerita dari keluarga Mondrich, sahabatnya Lord Basset (suami Daphne S1), pemilik kelab malam yang menjadi bangsawan secara tak terduga. Anak mereka mewarisi gelar dan kekayaan Baron Kent, buyutnya Mrs. Mondrich. Mereka sekeluarga kemudian pindah ke rumah besar, namun hati Lady Mondrich kesal karena harus tidur terpisah dengan suaminya dan diwariskan gaun-gaun kuno. Lady Danbury memberikan nasihat agar mereka bisa dekat dengan ratu dan dapat diterima oleh masyarakat sekitar. Termasuk bersama beberapa orang menyarankan Will untuk melepas kelab malamnya.

Cressida Mengklaim Diri Sebagai Lady Whistledown
Di pesta pertunangan Pen dan Colin, Eloise menyadari bahwa temannya itu belum memberi tahu sang kakak tentang identitas sebagai Lady Whistledown. Karena itu Eloise memberikan waktu hingga tengah malam agar dia memberi tahu Colin, jika tidak maka dia yang akan melakukannya. Orang-orang menyebut soal Lady Whistledown, yang jika ketahuan akan hancur dalam prospek pernikahan, tetapi akan memiliki kemandirian serta kebebasan finansial. Di saat itu pula Anthony dan Kate mengumumkan kehamilannya. Cressida yang tak mau menikah dengan lelaki tua akhirnya ikut berbicara, menyatakan diri di sana sebagai Lady Whistledown, Pen sampai mengalami serangan panik. Eloise menemuinya dan meminta dia tidak usah mengungkap diri karena Cressida sudah mengklaimnya. Agar bisa menikah nanti, lebih baik pensiun dini saja hahaha. Akhirnya Pen setuju, bahkan di depan madam penjaga butik, dia juga menyatakan diri untuk berhenti jadi penggosip.
Ratu memanggil Cressida dan memintanya untuk menulis sendiri buletin Lady Whistledown untuk membuktikan dirinya. Cressida menemui Eloise untuk membentuk tim dalam menulis buletin, maklumlah dia tidak suka membaca dan tak pernah menulis suatu karya. Namun Pen menolak, bahkan meminta untuk menjauh darinya. Will Mondrich sebelumnya bersikeras mempertahankan kelabnya, meskipun mengalami kerugian dan banyak yang mempertanyakan dirinya yang sudah jadi bangsawan namun berbisnis seperti itu. Akhirnya dia mengalah dan mau menjual kelab minumnya. Bahkan bersama sang istri menyelenggarakan pesta dansa.

Colin Sangat Terkejut Mengetahui Fakta Calon Istrinya adalah Lady Whistledown
Ketika pesta dansa Mondrich, Cressida yang tak diundang datang bersama ibunya yang membantu menulis sampel buletin dan membagikannya ke orang-orang di situ. Kebetulan ada ratu sehingga beliau meminta buletin panjangnya diterbitkan besok. Eloise agak takut, sehingga berbicara dengan Pen dan gadis itu berjanji akan menerbitkan buletin yang lain untuk membantah apa yang akan ditulis Cressida nanti. Ketika Pen memberikannya ke penerbit, Colin memergokinya bahkan mendengar sendiri staf disitu menyebutnya sebagai Lady Whistledown. Dia sudah curiga sejak Pen dan Eloise pergi dari ruangan dansa tadi dengan terburu-buru. Colin sangat marah, beradu mulut dengan Pen sambil menangis, lalu pergi sesudah menyatakan bahwa dia tak akan pernah memaafkannya.
Francesca dan John Stirling mengumumkan bahwa mereka bertunangan dan ingin segera menikah, tetapi Violet ragu-ragu tentang cinta sang anak. Di pesta dansa tersebut Francesca membujuk agar Violet mau memberitahukan rencana mereka pada ratu. Karena merasa ibunya tidak antusias, hanya menyukai rencana pernikahan Colin, dia cepat pulang dari pesta dansa Mondrich. Marcus mencoba berbicara dengan Violet, tetapi Lady Danbury mengadangnya dan meminta untuk tidak mencuri sang teman. Dia mengungkapkan bahwa bertahun-tahun yang lalu, Marcus mencegahnya untuk melarikan diri dari pernikahannya dengan Lord Danbury dengan memberi tahu ayah mereka. Lady Danbury masih menyimpan kebencian terhadap adik yang disayang ayahnya itu.
Penelope Menulis Lagi untuk Menghentikan Cressida
Dua buletin Whistledown tiba dan ratu memutuskan tidak memberi hadiah kepada Cressida. Colin menanyai Eloise tentang identitas ganda Pen, yang dia balas karena tak ingin Colin kecewa. Begitu pula Pen yang menceritakan kepada Eloise mengenai Colin yang sudah tahu nama penanya tersebut, namun sahabatnya itu memilih untuk tidak ikut campur urusan mereka. Pen yang galau kemudian curhat pada madam butik langganannya yang memberi beberapa nasihat. Pulangnya dari sana di jalan dia berpapasan dengan Colin yang baru pulang minum-minum, mereka sempat adu mulut dan Pen menyatakan diri untuk tidak berhenti menerbitkan buletin Whistledown. Colin merasa tidak berguna sebagai suami, namun Pen menyemangatinya dengan mengatakan bahwa dia mencintai pria itu, membuat mereka berciuman penuh emosi. Pulangnya Anthony dan Kate menemui Colin di rumah. Sang kakak ipar memberikan saran tentang pernikahan.
Sebelum acara pernikahan Pen, Lady Danbury dan Marcus berbaikan setelah saudara laki-lakinya itu meminta maaf. Kakaknya salah paham selama ini, Marcus hanya anak polos ketika itu. Danbury juga menemui Violet dan memberikan rekomendasi adiknya sendiri, untuk mengisi hari-hari wanita itu. Mereka bicara dari hati ke hati, Violet secara tersirat mengakui telah mengetahui perselingkuhan wanita itu dengan ayahnya dulu dan topi masa kanak-kanaknya masih terletak di meja. Cerita mereka ada di spin off Ratu Charlotte (nanti aku review ya!).
Ratu Yakin Salah Satu Anggota Keluarga Bridgerton adalah Lady Whistledown
Di acara pernikahan, Pen dan Colin sebenarnya mulai mendekatkan diri bahkan berdansa di tengah-tengah ruangan rumah Featherington. Tetapi ratu datang mendadak dan menyatakan bahwa Lady Whistledown pasti salah satu anggota keluarga Bridgerton karena berita buruk menyangkut mereka dari Cressida terbantahkan dengan berita baru. Di saat itu, Francesca meminta restu untuk menikah dengan John yang dia tanggapi dengan biasa saja. Anthony menyatakan bahwa jika benar anggota keluarganya, sudah pasti dari dulu dia akan tahu. Ratu pun pergi tapi mengancam bahwa dia hanya akan membiarkan mereka diam semalam.
Setelah ratu pergi, Colin meminta Pen untuk berhenti menulis karena ancaman ratu, tetapi istrinya tetap kukuh pada pendirian bahwa hanya ini cara dia bisa mendapatkan kebebasan, yang membuat mereka kembali renggang. Malam itu, Cressida mengetahui Pen adalah Lady Whistledown setelah mengunjungi beberapa percetakan untuk meminta uang buletin yang sempat dia cetak. Karena itu esoknya dia bersemangat menemui Pen bersama Portia, mengancam untuk memberikan 2x lipat hadiah ratu untuknya jika tidak mau identitasnya sampai kepada ratu. Portia sempat meminta Pen untuk tidak memberitahukan hal tersebut kepada Colin agar tidak terjadi pembatalan pernikahan, tetapi sang putri tak mau bersembunyi lagi.

Penelope Berani Membuka Identitas Aslinya di Depan Orang Banyak
Bersama sang ibu, Pen memberitahu soal ancaman Cressida kepada Colin dan Eloise. Colin berinisiatif untuk bernegosiasi dengan Cressida yang gagal dan berakhir meningkatnya tuntutan bayaran sebanyak 2 kali lipat. Penelope meminta Colin untuk percaya dengan apa yang dia lakukan nanti, tetap tidak akan membayar Cressida meski sebelumnya jumlah uang yang diminta masih bisa diberikan. Kate dan Anthony memutuskan untuk pergi ke India untuk mengurus kelahiran bayi. Sehingga pernikahan Francesca dan John tak sempat dihadiri oleh mereka karena sudah keburu pergi.
Pen memberikan sejumlah uang dan meminta bantuan Varley, sang kepala pelayan untuk mengatur pesta dansa Dankworth-Finch, kedua kakaknya. Sebelum itu dia mengirim surat pada ibu Colin, lalu ratu untuk mengundangnya datang. Di saat itulah Pen membuka identitasnya, meminta belas kasihan ratu dan minta maaf pada semuanya. Betapa semua orang tampak kaget dan bangga, terlebih Portia dan dua kakaknya, Colin, Eloise bahkan Lady Danbury mendekatinya. Iyep, Lady Danbury sebelumnya membujuk ratu sambil bermain catur untuk mempertanyakan lagi pada diri sendiri apa tujuannya ingin banget membuka kedok Whistledown. Padahal sekarang buletinnya tidak menyindir ratu. Itulah yang membuat ratu melunak. Lady Danbury juga yakin para Bridgerton bukan dia karena sudah mengenal mereka sangat lama, jadi beliau curiga Pen-lah orangnya yang dekat dengan mereka selain dia.

Ending Bahagia dalam Drama Bridgerton Season 3
Benedict yang menikmati hubungan sangat bebas bersama Tilley dan temannya, Paul. Namun, setelah wanita itu menyatakan ingin menjalin hubungan serius hanya dengannya, Benedict memutuskan untuk berpisah dengan mereka karena tidak ingin terikat. Dia kembali duduk di ayunan bersama Eloise, merenungi nasib dan adiknya memutuskan untuk bertualang agar bisa melihat dunia. Eloise akhirnya meminta ikut Francesca yang akan pindah ke Skotlandia bersama sang suami dan sepupu, Michaela yang datang memperkenalkan diri. Violet menyetujui tapi hanya setahun, Eloise tak akan melewatkan pesta topeng nanti. Tahu kan siapa pemeran utama musim berikut, kisah Cinderella di pesta topeng? XD
Berkat pengungkapan identitas Pen, gadis itu memberi pernyataan pada ibunya untuk mengatakan uang mereka dari hasil buletinnya sehingga si pengacara yang suka mencari kesalahan mereka dapat terdiam di hadapan ratu. Dia akhirnya memaklumi ibunya yang mengaku susah mengurus anak tanpa suami, jadi terpaksa mengambil uang hasil tipuan sepupu mereka untuk bertahan hidup. Pen dan Colin kemudian memiliki putra yang menjadi Lord Featherington selanjutnya, bahkan keduanya menjadi penulis yang sukses. Colin menerbitkan bukunya tentang bertualang sendiri dengan bantuan Pen. Lalu Pen juga menghentikan penggunaan nama Lady Whistledown di buletin, menggantinya dengan nama asli. Nasib Cressida paling tragis, meski tidak jadi menikah namun harus pergi ke rumah bibi galaknya di Wales. END.

Pertemanan Menjadi Cinta dalam Drama Bridgerton Season 3 (2024)

Aku baru membaca 1 novel seri Bridgerton yaitu kisahnya Benedict, tapi sedikitnya sudah tahu jalan cerita dan pasangan dari masing-masing anak keluarga itu. Di season 3 yang justru mengambil buku ke-4, ada juga cerita yang cukup penting yaitu kisah cinta Francesca Bridgerton dan suaminya (yang membuka jalan cerita menuju novel ke-6). Mengambil trope teman jadi cinta, Kebayang kan dalam season ini ada masalah utama, namun terjejali masalah-masalah lain yang mengambil porsi cukup banyak pula?
Ada beberapa perbedaan serial ini dengan novel yang kubaca dari internet seperti :
- Lady Danbury-lah yang sebenarnya menyatakan akan memberi uang banyak (sejumlah 10.000 pound) jika bisa mengungkap siapa Lady Whistledown.
- Tidak ada tokoh bernama Lord Debling, Lord Anderson dan Lady Tilley Arnold beserta partnernya- Paul. Apalagi si Michaela Stirling yang seharusnya Michael merujuk pada novel ke 6 (cinta lain dari Francesca).
Secara alur, aku rasa sudah cukup rapi namun terlalu banyak karakter sampingan yang justru membuat pasangan utama tidak memiliki porsi yang banyak. Adegan mereka yang benar-benar bahagia baru terlihat di episode akhir. Setelah nikah saja masih terganggu dengan usaha ratu untuk menemukan Lady Whistledown. Terlalu banyak plot tumpang tindih bersamaan dengan kisah pasangan utama, selain Francesca, ada pencarian jati diri Benedict, Cressida dan polemik keluarganya, Portia yang kebingungan menghadapi pengacara yang mau mengambil gelar mereka, Lord Danbury dan adiknya yang kepincut Violet, belum lagi Kate dan Anthony yang beberapa kali muncul. Tapi yang paling bikin kesal adalah plot di mana Benedict menjadi belok! Padahal sejak season 1 Benedict hanya ingin menjadi pelukis, seharusnya itu yang penulis naskahnya kembangkan. Bukan masalah orientasi seksualnya.
Tidak Munculnya Daphne Namun Pengembangan Karakter Banyak di Musim Ini
Selain itu aku kurang sreg dengan ketidakhadiran Daphne di segala acara, terlebih dua pernikahan kakaknya Colin dan adiknya Francesca! Seharusnya tim produksi menghadirkan Phoebe lagi meski tidak lama durasinya. Apalagi di acara nikahnya Francesca, masa Anthony tidak menunggu dulu baru pergi ke India. Ya ampun kelihatan kasihan banget nih nasib Francesca, dari awal dia bareng John saja sang ibu tampak kurang antusias. Bahkan nikahan juga tampil sederhana, dengan anggota keluarga yang sangat kurang. Mana keluarga John tidak kelihatan lagi. Apalagi kalau kamu nonton season 4, makin ngeneslah nasibnya. Kisahnya seperti cuma tempelan di musim dua pasangan, plus ketika ada musim sendiri malah jadi belok 🙁
Selain itu aku kurang suka musim ini terbagi menjadi 2 PART, serial seperti ini lebih cocok langsung maraton selesai hingga akhir. Emosinya terasa nanggung. Pengembangan karakter Colin, terlebih Penelope sangat terasa dan memotivasi. Penelope mau berubah karena tidak ingin berada di posisi rendah terus-menerus, apalagi dulu Colin sempat meremehkannya. Colin juga mau belajar menjadi lelaki yang lebih gentle, tidak terus bertualang dan bertanggungjawab, serta menerima istri apa adanya. Peran Eloise juga sangat terasa, perlahan mau menerima keadaan dan akhirnya mau pergi keluar melihat dunia, daripada di London terus dengan lingkup orang yang itu-itu saja.
Akting Natural dari Musim Pertama
Dari segi akting, chemistry Luke dan Nicola sangat bagus! Walau Nicola lebih tua 6 tahun, tapi mereka bisa terlihat sangat serasi. Kaget banget Nicola tampil polos, berani banget daripada dua pemeran wanita utama dalam season sebelumnya. Akting para pemeran lain, apalagi yang dari season 1 masih konsisten bagusnya. Ruby Stokes yang sebelumnya berperan sebagai Francesca keluar dari Bridgerton karena jadwal syuting bentrok dengan serial Netflix lainnya, Lockwood & Co sebagai pemeran utama. Namun sayang serial itu flop di pasaran, malah Hannah Dodd yang menggantikannya hingga di season 5 mendatang. Aku rasa Hannah sangat cocok memerankan Francesca, selain cantik dan perawakannya seperti Belle Disney, dia mampu membawakan peran itu dengan anggun. Auranya beneran terasa mahal. Namun chemistry-nya dengan Victor Alli terasa kurang cocok. Kayak kebanting gitu, bukan karena soal fisiknya saja (Regé-Jean Page season 1 auranya keliatan bangsawan banget!), tapi dari gaya dan caranya bertutur kata.

Untuk Luke Thompson, begitu profesional sampai aku kasihan karena perilakunya berubah di musim ini. Main belok plus 3 orang, beda sekali dengan yang di novelnya. Terasa kayak di-prank ga sih? Untunglah di musim berikut jadi normal kembali. Aktingnya masih sama bagus dan berani. Claudia juga di sini mampu membawakan peran gadis yang beranjak dewasa, mulai menyukai seseorang dan bertengkar dengan sahabatnya. Emosinya sangat terasa. Aku suka banget Luke Thompson dan Claudia!
Sinematografi dan Soundtrack Menarik dari Drama Bridgerton Season 3
Sisi sinematografi musim ini juga sama indahnya dengan yang pertama dan kedua. Tapi terlihat memang ada beberapa perubahan seperti properti pesta dansa di kediaman Featherington (ada tiang-tiang bunga yang bisa bergerak). Untuk model gaun, makeup dan rambut, perubahan Penelope benar-benar terasa. Warna gaunnya lebih elegan dan dewasa, tidak seperti dulu yang sering menggunakan kuning menyala. Jangan lupakan ratu yang kali ini rambutnya sampai ada properti yang bisa bergerak-gerak (semacam angsa).

Untuk soundtrack, kamu bisa dengarkan lengkap di Spotify. Musim ini juga termasuk spesial karena punya lagunya sendiri dengan lirik, bukan hanya instrumen berjudul All I Want yang Tori Kelly nyanyikan, beserta MV berlirik yang rilis di platform Youtube. Selain itu ada instrumen lagu Dynamite dari BTS (tumben lagu Korea ada instrumennya yang jadi bagian serial Barat), Yellow-nya Coldplay yang jadi instrumen pernikahan, serta You Belong With Me dari Taylor Swift.
Makna yang Bisa Kamu Petik dari Drama Bridgerton Season 3
Dalam drama ini, banyak poin-poin bagus yang bisa kita ambil hikmahnya:
- Pentingnya memaafkan orang lain sebagai bentuk cinta pada diri sendiri. Contohnya Eloise yang memaafkan Penelope (baik identitas Whistledown maupun perasaan temannya itu pada sang kakak), Colin pada Penelope yang merahasiakan identitasnya, Penelope memaafkan Colin yang bicara pedas tentangnya di depan teman-teman pria, Portia dan Penelope serta Lady Danbury dan adiknya yang saling memaafkan.
- Keluarga memang tempat kembali untuk pulang. Tapi jika keluarga justru membuat jati diri hilang, sebaiknya berusaha untuk pergi dan hidup baru. Seperti Penelope yang berubah agar bisa mendapat suami, juga Cressida yang mencari segala cara untuk mandiri dan pergi ke luar negeri meninggalkan orangtuanya. Atau Francesca yang ingin mengenal dirinya lebih dalam, jadi memilih untuk segera menikah dan tinggal jauh dari keluarga. Ada Colin dan Eloise yang ingin bertualang agar merasakan pengalaman baru.
- Belajar menerima calon pasangan dari anak. Cari tahu apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan orang tersebut serta berikan saran yang terbaik untuk anak. Contohnya Violet yang awalnya terpukul dengan pilihan Francesca yang jatuh cinta secara cepat dan kurang ngobrol, sampai meragu jika putrinya benar-benar mencintai John.
- Segala sesuatu ada masanya, sehingga perlu belajar mengikhlaskan sesuatu untuk mendapat hal yang lain. Kadang tidak bisa memegang semua hal berharga secara bersamaan. Tuan Mondrich menjual kelabnya dan fokus bersosialisasi bersama keluarganya, belajar menjadi bangsawan dan mengurus warisan. Penelope juga walau tidak ingin melepas karier, tetap memprioritaskan Colin dan anaknya sehingga jarang menerbitkan buletin Lady Whistledown.
Makna Lainnya dalam Hidup Sehari-hari dari Drama Bridgerton Season 3
- Ada jalan buat orang yang mau berkembang, terlebih jika ada dukungan dari orang yang terkasih dan pintar di bidangnya. Seperti Colin yang menerbitkan buku dengan bantuan sang istri yang juga seorang penulis. Cressida yang keluarganya tidak memberikan dukungan berakhir tidak terlalu baik walau memang dia berusaha memberontak.
- Jika punya kekuatan seperti Pen dengan buletin Lady Whistledown-nya, bantulah orang-orang yang tertindas bukannya membuat mereka makin terpuruk dan menderita.

Drama serial original Netflix, Bridgerton Season 3 (2024) ini cocok buat kamu yang menyukai drama bergenre roman historikal yang tidak kaku dengan cerita tidak biasa, visual yang indah dan instrumen yang enak terdengar. Untuk tontonan kerajaan dengan roman modern di Netflix kamu bisa coba nonton ini. Sampai ketemu di review Bridgerton Season 4 ya 🙂
Info Seputar Drama Bridgerton Season 3 (2024)
Judul Drama : Bridgerton Season 3 (2024);
Tgl Tayang : 16 Mei (Part 1) dan 13 Juni 2024 (Part 2);
Stasiun TV / Streaming : Netflix;
PH : Shondaland, CVD Productions;
Genre / Rate : Drama, Regency Romance Period / Dewasa -21+;
Negara Asal : USA;
Episode / Durasi : 8 eps / 50~ menit;
Pemain : Nicola Coughlan sebagai Penelope Featherington Bridgerton, Luke Newton sebagai Colin Bridgerton, Jonathan Bailey sebagai Anthony Bridgerton, Simone Ashley sebagai Lady Kate Bridgerton, Hannah Dodd sebagai Francesca Bridgerton Stirling, Victor Alli sebagai John Stirling, Ruth Gemmell sebagai Violet Bridgerton, Jessica Madsen sebagai Cressida Cowper, Adjoa Andoh sebagai Lady Agatha Danbury, Daniel Francis sebagai Lord Marcus Anderson, Polly Walker sebagai Portia Featherington, Harriet Cains sebagai Philippa Finch, Bessie Carter sebagai Prudence Dankworth, Lorn Macdonald sebagai Albion Finch, James Phoon sebagai Harry Dankworth, Lorraine Ashbourne sebagai Mrs. Varley, Joanna Bobin sebagai Lady Araminta Cowper, Dominic Coleman sebagai Lord Cowper,
Claudia Jessie sebagai Eloise Bridgerton, Luke Thompson sebagai Benedict Bridgerton, Hannah New sebagai Lady Tilley Arnold, Florence Hunt sebagai Hyacinth Bridgerton, Will Tilston sebagai Gregory Bridgerton, Martins Imhangbe sebagai Will Mondrich, Emma Naomi sebagai Alice Mondrich, Golda Rosheuvel sebagai Ratu Charlotte, Hugh Sachs sebagai Brimsley, Julie Andrews sebagai Lady Whistledown, Kathryn Drysdale sebagai Genevieve Delacroix, Sam Phillips sebagai Lord Alfred Debling, James Bryan sebagai Nicky Mondrich, Ariella Warburton sebagai Daisy Mondrich, Elias Amos sebagai John Mondrich, David Mumeni sebagai Lord Samadani, Lucas Aurelio sebagai Paul Suarez;
Sumber Foto : IMDB dan X.
Quotes dari Drama Bridgerton Season 3 (2024)
Ada beberapa quotes yang ingin kubagi di antaranya:
“Cukup bicara soal buku. Jika ingin dapat pasangan, masuklah ke kehidupan nyata.” ~ Colin
“Hidup sesuai harapan orang lain adalah jebakan. Begitu kau bebas, dunia terbuka.” ~ Colin
“Hidup melajang tidak selalu buruk. Percayalah, pria lebih sering hadirkan masalah daripada manfaat.” ~ Portia
“Kepedulian itu wajar. Kesukaan mendalam itu berbeda.”
“Mencoba menyesuaikan diri dengan mereka seperti mencoba memaksa unta melalui lubang jarum. Daripada mengecilkan tubuhku, aku menempa jalanku sendiri, jauh dari mereka.” ~ Lord Debling
“Aku tak mau mengencani wanita yang persis sepertiku. Aku ingin bersama seseorang yang tahu jati dirinya dan menerima keunikan dirinya, sepeti aku.” ~ Lord Debling
“Biar dia yang cerita. Pria senang menjelaskan dunia kepada kita. Jika kita sudah tahu lewat buku, maka mereka akan merasa tak berguna dan tak jantan.” ~ Portia
“Jangan bilang kau mencari cinta? Cinta hanya karangan, cuma ada di buku. Kau tahu apa itu romantis? Hidup terjamin.” ~ Portia
“Tapi selalu menyenangkan orang lain? Itu bisa melelahkan bahkan menyakitkan. Tapi kau harus hati-hati agar tindakanmu itu tak jadi kebiasaan sehingga itu terus melekat pada dirimu.” ~ Violet
“Konon katanya hati selamanya membutakan pikiran. Dan saat seseorang memilih hati daripada pikirannya, seringkali akal tak lagi berperan.”
“Menulis adalah satu-satunya caraku merasa berdaya. Seharusnya aku menggunakan artikel untuk menyuarakan yang tertindas.” ~ Penelope
“Kita selalu berusaha sekuat tenaga, tapi jangan selalu menanggung semua beban.” ~ Lady Danbury
“Kita tak bisa kembali ke masa lalu. Yang bisa dilakukan hanyalah setia pada pilihan dan menatap ke depan.” ~ Genevieve Delacroix
“Tak ada cinta sejati tanpa terlebih dahulu merangkul dirimu yang sebenarnya.” ~ Genevieve Delacroix
“Kita semua punya rahasia atau berbuat salah sesekali. Jangan biarkan satu kesalahan mendefinisikan seluruh hubungan kalian. Pernikahan butuh kerja keras tapi itu layak dijalani.” ~ Kate
Quotes Lainnya dari Drama Bridgerton Season 3 (2024)
“Kau punya pilihan untuk menjadi siapa pun, sementara pilihan wanita hanya menyembunyikan bagian diri yang tak diterima dunia.” ~ Penelope
“Tidak mudah menjadi orangtua. Bagaimana ibu membesarkan anak perempuan saat seumur hidup ibu diajarkan prialah yang berkuasa?” ~ Portia
“Jangan biarkan waktu berlalu terlalu lama sebelum kita sama-sama kebingungan di ayunan ini.” ~ Benedict
“Tapi sebenarnya aku hanya ingin hidup sebentar di luar tempurung kita. Bertualang. Aku tak bisa mengubah dunia tanpa melihatnya.” ~ Eloise
Rating versiku : 4/5
Trailer drama Bridgerton Season 3 (2024) :