Review Drama One Piece Live Action Season 2 (2026), Perjalanan Menuju Grand Line Menambah Kru Topi Jerami

Halo minasan! Belum lama nih ada drama orisinal Netflix One Piece Live Action Season 2 (2026) bertajuk Into the Grand Line rilis, apa kamu sudah nonton? Nih aku kasih ulasan lengkapnya plus SPOILER. Kali ini dikembangkan oleh Matt Owens dan Joe Tracz, masih dengan Eiichiro sebagai konsultan kreatifnya dan para pemeran utama dari Season 1. Ada Mackenyu Arata (Rurouni Kenshin LA, Chihayafuru, Todome no Parallel), Iñaki Godoy, Emily Rudd, Jacob Romero Gibson dan Taz Skylar. Plus pemain tambahan yang nanti akan berperan penting pada cerita mendatang, Charithra Chandran (Bridgerton 2) dan Lera Abova. Drama atau series One Piece Live Action Season 2 (2026) bercerita tentang perjalanan Monkey D. Luffy bersama kru Topi Jerami menuju Grand Line dengan berbagai halangan, salah satunya dari organisasi beranggotakan pembunuh bayaran berbahaya bernama Baroque Works.

karakter drama series netflix one piece season 2 live action
Para karakter utama drama One Piece LA Season 2 (dok. X)

Sinopsis dan Review Drama One Piece Live Action Season 2 (2026): Menuju Grand Line Terhalang Baroque Works

Drama One Piece Live Action Season 2 (2026) bermula dengan ide Nami untuk berbelanja kebutuhan harian kapal karena stok makin menipis, yang mendapat persetujuan dari para kru. Hanya Usopp yang ragu karena takut tertangkap, apalagi beberapa dari mereka sudah punya harga buronan. Mereka akhirnya berlabuh di Loguetown, kota tempat eksekusi Raja Bajak Laut Gol D. Roger. Zoro berpisah dari mereka untuk membeli dua pedang baru (katanya ga enak kalau hanya 1 hahaha). Nami dan Usopp jalan bareng, Sanji mencari bahan makanan dan dapat ikan bagus, sementara si Luffy terpisah untuk mencari tempat eksekusi Roger.

Zoro yang agak kesulitan menghapal jalan tak sengaja tertabrak gadis berkacamata. Dia sampai menggumamkan nama Kuina karena gadis itu mirip dengan teman masa kecilnya. Mereka bertemu lagi di toko pedang, rupanya si gadis punya pemahaman luas tentang nama dan silsilah benda itu. Betapa kagumnya si gadis dan pemilik pedang melihat Zoro beraksi melempar pedang yang konon terkutuk. Akhirnya dia mendapat 2 pedang gratis, bahkan bangga banget ketika mengembalikan uang ke Nami hahaha XD

Ada seorang pencuri yang mau mengelabui Nami malah kena balik hahaha. Bartolomeo, namanya, diberi saran oleh Nami untuk mencari orang lain yang tampak polos. Lucunya dia malah ngincar Luffy LOL. Niat hati mau merampok Luffy setelah membawanya di tempat eksekusi Roger, eh malah muncul tamu tak terduga, si Buggy dan Alvida! Mana Alvida sudah lebih kurus dan energik karena telah makan buah iblis yang membuat tubuhnya jadi licin. Buggy berhasil menangkap Luffy dengan borgol batu laut dan membawanya ke menara tinggi persis terjadinya eksekusi Roger. Untunglah ada petir menyambar Buggy dan Luffy terbebas. Sebelum bebas, Luffy sempat tertawa lebar dan Smoker, komandan marinir yang melihatnya teringat akan Roger.

alvida bersama buggy dan bartolomeo
Alvida bersama Buggy dan Bartolomeo (dok. imdb)

Smoker dan Tashigi Berniat Mengejar Kru Bajak Laut Topi Jerami

Smoker juga pemakan buah iblis, keahliannya mengendalikan asap dari dua cerutu yang sering dia isap. Bersama wakilnya ke daerah itu, Tashigi yang ternyata gadis pencinta pedang yang menabrak Zoro. Tashigi kemudian ingin menangkap Zoro setelah tahu kenyataan dia sebagai kru bajak laut Topi Jerami. Dia tak mau pedang-pedang bagus berada di tangan bajak laut yang diyakininya orang jahat. Smoker yang hampir saja berhasil menangkap Luffy digagalkan seseorang yang bisa mengendalikan angin- berjubah hingga menutupi atas kepala. Ternyata orang itu Dragon, pemimpin Tentara Revolusioner (kalo kamu baca komik atau nonton animenya, pasti tahu ini ayah Luffy!) yang ditemani Sabo, lelaki bertopi tinggi. Sabo juga punya peranan penting di volume komik yang jauh dari era LA ini.

Tashigi kesal tak bisa menangkap Zoro, sehingga duduk minum sebentar di bar. Miss All Sunday sempat memberi kartu organisasinya, jadi dia ini semacam perekrut gitu. Garp menemui Smoker untuk mengutusnya agar meringkus organisasi Baroque Works. Para agennya yaitu Miss All Sunday, Mr. 5 dan Miss Valentine telah membantai para marinir di Shells Town untuk melacak Zoro yang di season sebelumnya membunuh Mr.7. Padahal Smoker sudah menyatakan niatnya mencari Luffy, bahkan menceritakan ada si penolong anak itu. Tashigi meminta ikut bersama Smoker setelah mendapat suntikan semangat dari Koby.

smoker dan tashigi di one piece live action season 2
Smoker dan Tashigi (dok. screenrant.com)

Kisah Laboon dan Para Kru Bajak Laut Rumbar

Kru Topi Jerami tiba di Reverse Mountain alias Gunung Terbalik, dengan sungai menanjak yang merupakan satu-satunya pintu masuk ke Grand Line. Ketika hampir sampai, tiba-tiba ada ikan paus raksasa yang mengadang dan melahap kapal, kecuali Luffy yang terlempar keluar. Luffy mengejar seorang lelaki tua di dekat situ yang merupakan penjaga dari mercusuar. Kakek itu menembak si paus dengan suntikan besar yang membuatnya tertidur. Luffy panik dan memohon kepada kakek Crocus itu agar menyelamatkan nyawa teman-temannya. Dari Crocus, diketahui si paus diberi nama Laboon oleh para bajak laut Rumbar yang menitipkannya.

Bertahun-tahun lalu para bajak laut tersebut datang bersama Laboon yang masih kecil. Laboon sangat menyukai lagu dengan iringan alat musik yang kru tersebut mainkan, termasuk Brook. Ketika mereka mau menuju Grand Line, dengan berat hati meninggalkan Laboon agar nyawanya tidak terancam. Sejak itu Laboon selalu membenturkan kepalanya ke gunung karena berpikir di seberang ada jalan untuknya menyusul para bajak laut Rumbar. Crocus beberapa kali menembakkan obat bius namun pengaruhnya perlahan makin memudar.

Di dalam Laboon ada banyak bangkai kapal. Para anggota kru Topi Jerami berhasil meringkus agen lain Baroque Works, Mr. 9 dan Miss Wednesday di sana. Luffy berhasil membuat Laboon membuka mulutnya setelah dia menyenandungkan lagu favorit bajak laut Rumbar. Mereka semua selamat, namun dua agen tadi kabur entah kemana. Dengan Crocus mereka makan minum bersama, lelaki tua itu juga memberikan Nami sebuah Log Pose, kompas yang selalu menunjuk ke pulau terdekat dan satu-satunya alat yang dapat menavigasi Grand Line. Sebelum mereka pergi, Luffy sempat melukis simbol bajak lautnya di kepala Laboon dan berpesan untuk tidak membenturkannya lagi. Crocus menatap fotonya bersama kru bajak laut Roger, menyatakan kemungkinan Luffy akan bisa meraih One Piece.

kisah laboon dan bajak laut rumbar
Kisah Laboon dan bajak laut Rumbar

Jebakan Baroque Works di Pulau Kaktus

Kru Topi Jerami tiba di pulau pertama, Pulau Kaktus di mana walikota Whisky Peak, Igaram menyambut mereka dengan sangat baik. Bahkan para penduduk mengadakan pesta untuk mereka, tetapi kemudian Nami dan Zoro menemukan bahwa para penduduk adalah suruhan Baroque Works. Mr. 9 memimpin 100 agen untuk melawan Zoro, yang membunuh semuanya kecuali dia. Miss Wednesday rupanya agen ganda, dia menemui Igaram yang ternyata adalah Mr. 8. Dia sendiri adalah Putri Nefertari Vivi dari Alabasta, sementara Igaram adalah Kepala Pengawal Kerajaannya. Keduanya menyamar di Baroque Works untuk menemukan hubungan antara organisasi tersebut dengan perang saudara yang sedang berkecamuk di Alabasta. Mereka melumpuhkan Luffy di toko kue untuk mencuri kapal Going Merry sebelum mereka ditemukan oleh Mr. 5 dan Miss Valentine.

kru topi jerami sampai di Whisky Peak
Kru Topi Jerami sampai di Whisky Peak

Namun Mr. 5 dan Miss Valentine berhasil menemukan mereka berdua. Igaram yang terluka mengorbankan dirinya dengan mengulur waktu agar Vivi dapat melarikan diri bersama Kru Topi Jerami. Miss Valentine juga melumpuhkan Mr. 9 yang menolak membantu mereka dengan tidak memberitahukan kemana perginya Vivi. Mr. 9 merasa dia dan Vivi tetaplah partner sehingga tidak mau mengkhianatinya 🙁

vivi dan baroque works di one piece season 2
Vivi dan Baroque Works

Dua Raksasa di Pulau Little Garden

Miss All Sunday muncul di kapal ketika Kru Topi Jerami berhasil kabur. Mereka langsung bersikap waspada namun tangan-tangan Miss All Sunday meredamnya. Dia memperingatkan bahwa tujuan mereka selanjutnya tidaklah aman, jadi mau memberikan alternatif jalan lain yang lebih mudah dengan Eternal Pose (yang menunjuk ke satu pulau tertentu). Namun Luffy dengan tegas menolak tawarannya, menghancurkan alat navigasi itu. Dia bersikap hati-hati apalagi ketika wanita itu menyinggung soal Vivi si putri buron. Miss All Sunday akhirnya pergi dan mereka tiba di sebuah pulau bernama Little Garden yang memiliki hutan lebat dengan ekosistem prasejarah. Zoro dan Sanji bersaing satu sama lain untuk berburu dinosaurus besar. Nami dan Usopp ditemukan oleh Brogy, raksasa dari pulau Elbaph. Usopp sempat membual agar dapat mengulur waktu, karena mengira Brogy akan memasak mereka. Kisah heroik Brogy menginspirasi Usopp untuk pergi ke Elbaph suatu hari nanti.

miss all sunday menawarkan eternal pose
Miss All Sunday menawarkan Eternal Pose

Luffy dan Vivi bertemu dengan raksasa yang lain, Dorry yang ternyata telah berduel dengan Brogy selama lebih dari 100 tahun. Mr. 5 dan Miss Valentine mengikuti Kru Topi Jerami ke Little Garden dan bertemu dengan Mr. 3, yang punya kekuatan spesial dalam membuat lilin. Selama duel antara Brogy dan Dorry, Mr. 5 meletakkan bom kotorannya ke dalam minuman Brogy yang meledak dalam tubuhnya. Karena keadaannya lemah, Dorry berhasil melukai Brogy yang rubuh seketika. Partner Mr. 3, Miss Goldenweek menghipnotis Zoro, Nami dan Luffy dengan kekuatan warna kuasnya. Vivi juga ditangkap Mr. 5 yang menghapus warna kuas di kaki Nami sehingga membuatnya tersadar. Miss Goldenweek membawa Luffy ke pinggir pantai untuk piknik bersama. Usopp menemukan Brogy yang ternyata masih hidup. Berkat perkataan Brogy, Usopp mendapatkan keberanian dan berhasil menyelamatkan Luffy, membuat keadaan buruk berbalik pada Miss Goldenweek.

dorry brogy dan miss goldenweek
Dorry, Brogy dan Miss Goldenweek

Mr. 3 dan Para Agen Baroque Works Berusaha Menangkap Vivi

Dorry yang berduka atas kekalahan Brogy dikurung dalam bentuk lilin oleh Mr. 3. Selain dia, Mr. 3 membuatkan arena patung kue dengan Vivi, Nami dan Zoro yang menjadi dekor atasnya. Mereka akan membeku seperti lilin secara perlahan. Dengan hasutan Nami, Mr. 3 akhirnya menyadarkan Zoro namun dirinya tak bisa berbuat apa-apa dengan kekuatan lilin yang melumpuhkan kakinya. Zoro berpose dengan gagah sambil mengangkat dua pedang ke atas karena sudah tak tahu harus berbuat apa. Sanji yang mencari anggota Topi Jerami lainnya, menemukan rumah Mr. 3 dan menerima panggilan dari Mr. 0. Sanji menyamar seolah dia adalah Mr.3.

Mr. 0 mengirimkan Mr. 13 (berang-berang) dan Miss Friday (burung bangkai), dua agen hewan, untuk memverifikasi klaim dari Sanji bahwa para buronan berhasil ditangkap. Sanji membunuh mereka dan mendapatkan Log Pose yang menunjuk ke Alabasta. Ketika Mr. 0 membongkar tipuannya, dia memperkenalkan diri sebagai Mr. Prince.

Luffy memburu Mr. 3 di tengah hutan patung lilin, mengalahkannya di dekat Dorry yang terkurung. Usopp membantu Zoro, Nami dan Vivi agar lolos dari patung kue. Zoro membunuh Mr. 5 sementara Nami dan Vivi melumpuhkan Miss Valentine. Setelahnya, Mr. 3 membungkam mulut Miss Valentine dengan kekuatan lilin untuk mencegahnya melaporkan kegagalan mereka pada Mr. 0. Dorry dan Brogy kemudian mengucapkan selamat tinggal kepada kru Topi Jerami, bahkan membantu melumpuhkan monster air dengan mengayunkan senjata mereka ke laut. Eh mereka malah teringat alasan kenapa bisa melakukan duel bertahun-tahun, hanya karena siapa yang mengalahkan monster seperti halnya Sanji dan Zoro soal dinosaurus hahaha XD

mr 3 dan the unluckies
Mr 3 dan the Unluckies

Berlabuh di Pulau Drum untuk Menyembuhkan Nami

Saat Going Merry berlayar ke Alabasta, Nami jatuh sakit dan pingsan. Mereka harus mencari pulau terdekat untuk menemukan dokter yang bisa menanganinya. Vivi menyarankan untuk berlabuh di Pulau Drum, namun ternyata dia punya masa lalu kelam semasa kecil, yang berhubungan dengan penguasa di situ. Raja Drum, Wapol, pernah berselisih dengan sang ayah- Cobra di Reverie, sebuah pertemuan antara raja-raja dunia. Bahkan Vivi sampai ditampol karena tidak sengaja menghalangi jalan Wapol. Namun Vivi tidak berniat melawannya. Sampai di pulau itu, mereka hampir diserang sebagai bentuk pertahanan dari bajak laut Blackbeard. Wapol rupanya telah melarikan diri dari Drum bersama sebagian besar dokter, bahkan diberi Buah Iblis oleh Miss All Sunday karena telah memberikan banyak uang untuk Baroque Works.

Mantan pengawal Wapol, Dalton, menerima mereka. Dia masih berjaga di gerbang dan Zoro ikut menemaninya, sementara Usopp yang merakit peralatannya bersama Vivi di sebuah rumah. Luffy dan Sanji membawa Nami mendaki gunung untuk mencari Dr. Kureha, satu-satunya dokter yang tersisa dan tinggal di kastil. Sanji hampir jatuh jika saja Luffy tidak menahan kemudian melemparnya ke atas. Setelah sampai, Luffy pun ikut pingsan karena tak tahan dingin. Asisten Kureha, Tony Tony Chopper, seekor rusa kutub yang memakan buah iblis bisa mengubah tinggi dan bentuk tubuhnya seolah seperti manusia berbulu. Chopper dan Kureha mengobati penyakit Nami dan luka-luka Luffy serta Sanji.

chopper dan dr kureha di one piece season 2
Chopper dan Dr Kureha

Smoker dan Tashigi sampai di Pulau Renaisse, pos komunikasi angkatan laut yang orang-orangnya kena bantai oknum Baroque Works, Miss Thursday dan Mr. 11. Smoker membunuh Miss Thursday dan Tashigi menangkap Mr. 11. Riwayat telepon di situ masih sempat terlacak dan terdengar percakapan antara dua orang, yang salah satunya mengaku sebagai Mr. Prince hahaha. Bisa ketemu Sanji nanti tuh. 

Rusa Kutub Chopper dan Dokter Kesayangannya, Hiriluk

Nami, Luffy dan Sanji penasaran dengan kisahnya Chopper, sehingga Kureha akhirnya menceritakan masa lalu sang asisten. Rupanya Chopper terinspirasi menjadi dokter karena seorang dokter hebat bernama Hiriluk. Di masa lalu, Chopper seperti tak punya rumah sejak memakan buah iblis. Bahkan warga Drum berusaha untuk menangkapnya, lalu tak sengaja Hiriluk temukan, yang membawanya ke rumah serta merawat luka-lukanya. Hiriluk termasuk dokter yang nyentrik, sama seperti Kureha dan mereka berusaha untuk tidak tertangkap ketika Wapol mencari para dokter untuk dibawa ke kastil. Hiriluk rupanya mantan perampok dan pernah sakit keras, lalu sembuh setelah melihat pohon sakura besar. Pengalaman itu kemudian membuatnya berulang kali bereksperimen dengan bahan-bahan kimia agar bisa menciptakan efek sakura.

Sayangnya Kureha menyatakan Hiriluk akan segera meninggal karena penyakit. Hiriluk yang sangat sayang pada Chopper berusaha ‘mengusir’ si rusa agar kesedihan yang akan dia alami tidak terlalu besar setelah meninggal nanti. Chopper salah mengartikan percakapan Hiriluk dan Kureha yang dicuri dengarnya dari luar dan membawakan jamur yang ia kira dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Hiriluk kasihan melihat Chopper yang babak belur dari Lembah Kematian, sehingga dia menerima jamur itu bahkan merebus dan meminumnya. Tepat di saat itu, Chopper menyatakan keinginannya untuk menjadi dokter. Hiriluk pamit pergi ke kastil Wapol dengan tas berisi obat-obatan karena mendengar berita bahwa para dokter di sana sedang sakit.

Chopper yang mengetahui efek si jamur dari Kureha, akhirnya mencoba untuk menghentikan Hiriluk dengan menyusulnya pergi ke kastil Wapol namun sayang usahanya terlambat. Hiriluk terkena jebakan Wapol soal isu para dokter sakit, hanya untuk mengeksekusinya. Sebelum meledakkan diri, Hiriluk menceramahi mereka tentang bagaimana seseorang mati bukan ketika tubuhnya meninggal, tetapi ketika mimpinya lenyap. Anaknya yaitu Chopper akan menggantikan dia. Dalton tidak mau menyerang Hiriluk maupun Chopper dan membalas menggertak Wapol.

Wapol Menyerang Pulau Drum dengan Kekuatan Buah Iblisnya

Balik ke masa kini, Wapol datang di Drum bersama para pasukan yang dia bentuk. Dia memakan para pasukannya bersama senjata, lalu memuntahkan mereka seperti monster manusia bersenjata. Miss All Sunday sempat mendatangi Vivi dan memperingatkannya soal Wapol, berharap gadis itu merasa bersalah menempatkan Luffy dkk dalam kondisi sulit seperti itu. Dalton, Zoro dan Usopp bersama warga menahan para tentara. Vivi pergi ke kastil dengan bantuan alat Usopp, berusaha mau memperingatkan Luffy dkk tentang kembalinya Wapol. Rupanya si Wapol ikut datang dan menyerang mereka bersama dua tentara terdekatnya. Sanji dan Chopper mengalahkan para tentara itu, sementara Luffy dan Vivi melawan Wapol.

Raja zalim itu mau menembak bendera bajak laut Hiriluk bergambar sakura yang Luffy gantung sebelumnya di dinding. Luffy pun kesal dan memblokirnya, hingga melempar Wapol keluar jendela dengan bantuan Sanji. Hal itu membuat para tentara tersisa menjadi normal kembali, terpisah dari senjata. Setelah pertempuran, Nami telah pulih dari sakitnya dan Chopper akhirnya bergabung dengan kru Topi Jerami sebagai dokter mereka. Di saat melepas kepergian mereka, Kureha melepas zat ciptaan Hiriluk ke udara, rupanya itu menciptakan efek bunga sakura. Dia bersama Dalton menatap mereka dari atas kastil. Kureha berkomentar bahwa Luffy mirip dengan Gol D. Roger :O

Luffy menyatakan pada Vivi bahwa mereka akan membantunya menyelamatkan Alabasta. Mr. 0, yang merupakan panglima perang laut alias shichibukai, Sir Crocodile, berencana untuk menaklukkan Alabasta dan menemukan One Piece. Tangan kanannya, Miss All Sunday, yang bernama asli Nico Robin, sepertinya memiliki tujuan pribadi sendiri dengan bekerja sama bareng Crocodile. END. 

zoro melindungi warga drum dari serangan wapol
Zoro melindungi warga Drum dari serangan Wapol

One Piece Live Action Season 2 Jauh Lebih Bagus dari Seri Pertamanya!

Menurutku, season 2 ini lebih bagus dari yang pertama. Memang ada penggantian dari Steven Maeda ke Joe Tracz sebagai co-showrunner, tapi mungkin bukan hanya karena itu series-nya jadi makin bagus. Oda sensei masih memegang kendali, jadi serial ini tetap berjalan pada ‘jalur’-nya. Ceritanya juga semakin kompleks, eksekusinya mantap dan para pemain tambahan juga memainkan peran mereka dengan sangat baik. Akting pemeran utama sudah jauh lebih luwes daripada season 1. Chemistry mereka juga terjalin dengan sangat baik, beneran seperti kru Topi Jerami keluar dari komik. Walau memang beberapa adegan action masih terasa ‘perhitungan’, tapi tetap saja ada perkembangan.

Para pemeran tambahan, dari Charithra Chandran, Lera Abova, Callum Kerr hingga David Dastmalchian juga berakting dengan sangat baik. Sayangnya Julia Rehwald sebagai Tashigi tidak mirip dengan pemain season sebelumnya yang memerankan Kuina. Padahal cerita aslinya si Kuina ini mirip dengan Tashigi sampai Zoro refleks salah kira ketika mereka pertama kali bertemu. Charithra sempat mendapat kritikan kurang cocok sebagai Vivi karena banyak yang mengaitkannya dengan anime, bentukannya kan kulit putih di situ. Padahal konon Oda pernah bilang kalau Vivi asalnya dari Mesir kuno, tidak apa-apa dengan warna kulitnya yang lebih gelap. Lagipula Oda juga ikut memilih Charithra kok. Nico juga di anime berkulit gelap, di sini putih, tak ada yang protes hahaha. Yang penting akting mereka bagus sih!

Sinematografi dan Animasinya Bagus dengan Dunia yang Makin Luas

Sinematografinya juga keren. Dunianya makin luas, bahkan adegan bersama Chopper juga terasa seperti nyata. Aku suka sekali adegan Zoro yang membopong Chopper di atas bahunya sambil menatap langit penuh dengan sakura tiruan. Cakep! Gaya berpakaian dan rambut para pemeran juga sangat cocok, dari Smoker sampai semua anggota Baroque Works yang tampil di sini. Sanji juga terlihat beberapa kali merokok, mengedip dan menggoda wanita di season ini dengan lebih elegan ketimbang animenya. Scoring-nya juga memuaskan. Ada beberapa lagu baru yang enak di telinga, seperti Am I Enough (Tony Tony Chopper) oleh Sonya Belousova, Giona Ostinelli dan Au/Ra serta Bink’s Brew yang merupakan lagu legendaris kru bajak laut Rumbar.

dr hiriluk dan chopper
Dr Hiriluk dan Chopper

Dari segi animasi juga bagus. Keputusan pihak produksi sudah benar karena merilis serial ini dengan jeda beberapa tahun agar animasinya, terlebih visual Chopper tampak matang. Bukan modelan seperti The Lion King live action yang mencoba lebih realistis ala NetGeo, tapi melansir dari Hollywood Reporter, mereka memakai beberapa teknik CGI dari VFX, prostetik dan model 3D sehingga tampak imut nan menggemaskan. Apalagi ada 3 orang yang melakoninya, mulai dari Mikaela Hoover sebagai pengisi suara sekaligus motion capture (pengambilan ekspresi wajah dipindai dan dipetakan satu per satu ke dalam model 3D serta gerakannya). N’kone Mametja, pemain peran asal Afrika Selatan berperan sebagai pengganti karakter CGI-nya. Wujud heavy point seperti yeti kekar oleh aktor Afrika Selatan lainnya, Gavin Gomes yang mengenakan kostum prostetik yang berat.

One Piece Season 2 adalah Live Action yang Sukses Menyentuh Sisi Emosional

Dari plot cerita, serial ini berhasil mengadaptasi beberapa arc dari komiknya dan ‘menjahit’-nya dalam satu kesatuan yang rapi. Tidak semua dimasukkan tapi ada beberapa hint untuk arc yang akan ditampilkan nanti pada season berikutnya. Misalnya adegan Reverie yang sama seperti di komik, bedanya lebih banyak raja yang terlihat berdasarkan versi terkini, termasuk Seki, raja Lulusia yang seperti vampir dengan rambut pirangnya. Ada pula Brook yang masih berbentuk manusia dalam ingatannya Crocus, latar belakang kenapa Bartolomeo jadi mengidolakan Luffy sampai kemunculan Sabo di belakang Dragon.

brook dan sabo di one piece season 2
Brook dan Sabo (dok. X)

Banyak adegan yang menarik, lucu dan mengharukan. Yang paling nyesek itu ceritanya Laboon dan Chopper. Walau sudah tahu ceritanya dari anime yang kutonton dulu, tetap saja setelah jadi live action, tim produksinya bisa mengeksekusinya dengan baik dan menyentuh sisi emosional. Aku juga suka adegan Zoro yang mencoba pedang dengan melemparnya ke udara. Keren banget! Ini adegan ikonik anime yang bisa tampil dengan sempurna. Zoro dan Sanji juga sering berinteraksi dan melayangkan sindiran konyol kepada satu sama lain. Interaksi mereka bikin gemes. Bersama Nami juga, ketika Sanji merawatnya dan menceritakan sedikit tentang sang ibu. Percakapan Nami yang sempat ragu dengan dirinya sendiri bersama Crocus juga menyentuh. Ada lagi, adegan nangis Vivi ketika kehilangan Igaram. Banyak adegan memorable. Pace serial ini juga pas, setiap episode punya daya tarik tersendiri dan sama sekali tidak membosankan.

Walau begitu, memang ada adegan yang kurang lama dan editing-nya terasa kasar. Misalnya perkelahian Alvida dan Luffy di episode satu, juga ketika Luffy memukul si Wapol hingga kalah di akhir. Adegan Zoro membasmi 100 agen justru lebih lama dan dramatis.

Makna yang Bisa Kamu Petik dari One Piece Live Action Season 2 

Makna dari drama One Piece Live Action Season 2 yaitu :

  • Masa lalu yang berat dan trauma kehidupan dapat diatasi dengan menemukan sosok keluarga yang baru,
  • Mencapai impian tidak mudah, apalagi jika memiliki tim, butuh rasa saling percaya dan kesediaan berkorban untuk sesama anggota,
  • Jangan langsung berprasangka buruk pada seseorang hanya dari penampilan atau kelompok yang diikutinya, lihatlah lebih dalam kata-kata dan perbuatannya, misalnya Chopper ataupun Vivi,
  • Ada masanya orang datang dan pergi, berbuatlah baik, simpanlah kenangan dan tetap menyambut hal yang baru, jangan hanya terpaku pada masa lalu,
  • Keberanian bukan berarti tidak ada rasa takut, namun akan disebut berhasil jika tetap maju,
  • Keserakahan dapat memakan diri sendiri dan orang lain, sementara kelembutan dan kebijaksanaan dapat memberi keuntungan untuk semuanya,
  • Jika ada waktu dan uang, pergilah berkelana agar menemukan jati diri dan hal-hal yang tak pernah kita ketahui,
  • Selama hidup, berbuat baiklah dan berguna untuk sesama maka kita tak akan pernah dilupakan orang.

Drama serial original Netflix, One Piece Live Action Season 2 (2026) cocok buat kamu yang menyukai cerita petualangan dan fantasi, bersumber dari komik ataupun anime. Kalau kamu merasa risih dengerin audio bahasa Inggrisnya, tersedia versi Jepangnya kok (pengisi suara asli dari anime). Oh iya, buat kamu yang ingin mengoleksi merchandise One Piece Live Action, coba beli minuman Point Coffee (produk Indomaret khusus) ukuran upsize. Ini aku belinya caramel macchiato seharga 30 ribu, cup bergambar Zoro-nya hampir habis karena banyak yang suka hehehe. Ada 8 desain gambar para karakter, hanya sampai akhir Mei ini. Sampai ketemu di review berikutnya ya 🙂

cup zoro one piece live action season 2
Cup Zoro di Point Coffee

Info Seputar Drama

Judul Drama : One Piece Live Action Season 2 (2026);

Tgl Tayang : 10 Maret 2026;

Stasiun TV / Streaming : Netflix;

PH : Kaji Productions, Tomorrow Studios, Boy Detective Inc;

Genre / Rate : Aksi, Petualangan, Fantasi, Komedi /16+;

Negara Asal : USA;

Episode / Durasi : 8 eps / 60~ menit;

Pemain : Iñaki Godoy sebagai Monkey D. Luffy, Emily Rudd sebagai Nami, Mackenyu sebagai Roronoa Zoro, Jacob Romero Gibson sebagai Usopp, Taz Skylar sebagai Sanji, Charithra Chandran sebagai Nefertari Vivi / Miss Wednesday, Aroop Shergill sebagai Vivi muda, Mikaela Hoover sebagai pengisi suara Tony Tony Chopper, N’kone Mametja sebagai Chopper’s On Set Proxy, Gavin Gomes sebagai Heavy Point dari Chopper, Lera Abova sebagai Nico Robin / Miss All Sunday, Joe Manganiello sebagai Sir Crocodile / Mr. 0, Sendhil Ramamurthy sebagai Nefertari Cobra, Callum Kerr sebagai Smoker, Julia Rehwald sebagai Tashigi, Rigo Sanchez sebagai Dragon, Daniel Lasker sebagai Mr. 9, Yonda Thomas sebagai Igaram / Mr. 8, Camrus Johnson sebagai Mr. 5, Jazzara Jaslyn sebagai Miss Valentine, Brendan Murray sebagai Brogy, Werner Coetser sebagai Dorry, David Dastmalchian sebagai Mr. 3,

Sophia Anne Caruso sebagai Miss Goldenweek, Rob Colletti sebagai Wapol, Mark Penwill sebagai Chess, Ty Keogh sebagai Dalton, Katey Sagal sebagai Dr. Kureha, Mark Harelik sebagai Dr. Hiruluk, James Hiroyuki Liao sebagai Ipponmatsu penjual pedang, Nahum Hughes sebagai Bartolomeo, Daniel Barnett sebagai Sapi, Clive Russell sebagai Crocus, Richard Gau sebagai Calico Yorki, Martial T. Batchamen sebagai Brook, Chi Mhende sebagai Ms. Monday, Rachel Mertens sebagai Ms. Catherina, Sanchia Davids sebagai Ms. Thursday, Alan Foulis sebagai Mr. 11, Vincent Regan sebagai Monkey D. Garp, Jeff Ward sebagai Buggy si badut, Morgan Davies sebagai Koby, Michael Dorman sebagai Gol D. Roger, Aidan Scott sebagai Helmeppo, Ilia Isorelýs Paulino sebagai Alvida, Steven John Ward sebagai Dracule Mihawk.

Sumber Foto lain : Trailer Youtube.

Quotes Drama One Piece Live Action Season 2 (2026)

Ada beberapa quotes yaitu :

“Orang datang dan pergi, Laboon. Tapi terkadang, hidup membawamu ke tempat tak terduga. Mempertemukanmu dengan yang terus di sisimu.” ~ Luffy

“Hanya kita yang bisa menentukan jalan kita sendiri” ~ Koby

“Keberanian sejati bukanlah ketiadaan rasa takut, tapi maju bertempur meskipun takut.” ~ Brogy

“Revolusi juga merupakan bentuk ekspresi yang manusiawi. Rakyat yang suaranya diabaikan sejatinya tak bahagia. Raja hanya manusia biasa dan mahkota hanya hiasan kepala. Kerajaanlah yang abadi.” ~ Raja Cobra

“Jangan menanggung beban dunia di pundakmu sendirian. Tak bisa menyelesaikan semua masalah sendirian.” ~ Usopp

“Jangan mendendam. Mereka berhenti berharap situasi bisa membaik. Dan begitu kehilangan harapan, orang mudah ketakutan dan menembaki monster-monster. Dan kita harus memulihkan harapan itu.” ~ Hiriluk

“Berlayarlah suatu hari nanti dan kita akan menyadari betapa remehnya masalah-masalah kita.” ~ Hiriluk

“Seseorang mati saat dia dilupakan. Aku mungkin akan lenyap, tapi mimpiku akan terus hidup!” ~ Hiriluk

“Penderitaan rakyatmu adalah bukti bahwa kau tak paham apa arti menjadi pemimpin.” ~ Vivi

“Bendera ini tak sembarang dikibarkan. Ini simbol yang kekal. Simbol dari tekad yang teguh.” ~ Luffy

“Tidak ada yang mustahil. Jangan pernah menyerah.” ~ Hiriluk

 

Rating versiku : 5/5

Trailer drama One Piece Live Action Season 2 (2026):

Kalau kamu mau kasih rating berapa?

Klik bintang di bawah untuk berikan rating ya!

Rating rata-rata 5 / 5. Yang sudah merating : 1

Belum ada ratingnya! Jadilah yang pertama berikan bintang

Share :

admin

Leave a comment

Kembali ke atas
error: Nggak boleh dicopy. Share link saja ya