Review Film The Devil Wears Prada 2 (2026), Kembalinya Andy Membantu Miranda di Majalah Fashion Runway

Hai guys, ada sekuel yang masih tayang di bioskop sekarang yang jaraknya dengan film utama sekitar 20 tahun lalu yaitu The Devil Wears Prada 2 (2026). Masih melanjutkan cerita dari penulis bukunya, Lauren Weisberger dengan Aline Brosh McKenna dan sutradara oleh David Frankel. Enam pemain sebelumnya yaitu Meryl Streep, Anne Hathaway, Emily Blunt (A Quiet Place 2), Stanley Tucci, Tibor Feldman dan Tracie Thoms masih tampil di film ini. Banyak penambahan pemeran pendukung dari aktor aktris terkenal seperti Justin Theroux, Kenneth Branagh (A Haunting in Venice), Simone Ashley (Bridgerton 2), Lucy Liu dan Patrick Brammall. Kameonya juga tidak main-main, ada Lady Gaga dan Donatella Versace loh! Film The Devil Wears Prada 2 (2026) tentang Miranda Priestly yang akhirnya bekerja sama lagi dengan Andy Sachs untuk membawa majalah fashion Runway mengatasi tuntutan perubahan zaman dan dinamikanya, termasuk menghadapi asisten lama yang kini jadi saingan yaitu Emily Charlton.

Kilas Balik Film The Devil Wears Prada (2006)

Mumpung jaraknya dengan film utama cukup lama, aku mau memberikan sinopsis ringkas The Devil Wears Prada:

Andy Sachs belum lama lulus dari Universitas Northwestern dan bercita-cita untuk menjadi seorang jurnalis di New York. Beberapa lamaran telah dia tebarkan, namun betapa ajaibnya Andy diterima bekerja di majalah mode terkenal, Runway. Bayangkan, dia tak tahu mengenai Runway, soal mode bahkan siapa bosnya! Andy juga tidak berniat mengubah gaya berpakaiannya menjadi modis, walaupun sejak awal rekan-rekan kerja termasuk si bos sering menyindirnya. Dia hanya berpikir pekerjaan ini seperti ‘batu loncatan’ saja karena media itu terkenal dan menjadi incaran para gadis, setahun cukup agar bisa melamar di tempat lain sebagai jurnalis.

Di Runway, Andy menjadi asisten kedua pemimpin redaksinya yang terkenal kejam seperti iblis yaitu Miranda Priestly. Tugasnya lebih sering mengambilkan kopi atau kebutuhan lain rekan kerjanya, menggantung mantelnya Miranda bahkan hal receh lainnya. Sementara asisten pertama, Emily Charlton, sangat memuja Miranda dan bercita-cita ke Paris bersamanya. Sikapnya kepada Andy juga terkadang sinis dan angkuh. Andy makin kesulitan ketika lagi asyik jalan-jalan bersama sang ayah, Miranda menyuruhnya mencari tiket pulang dari Miami padahal saat itu sedang badai. Andy menyerah karena segala usaha dikerahkannya namun tetap tidak bisa mendapatkan tiket tersebut. Untung saja setelah dimarahi, ada Nigel Kipling, direktur bagian seni Runway, yang memberi nasihat dengan wajah datar khasnya. Walau tampak ogah-ogahan, dialah yang membantu Andy memilih pakaian yang modis untuk ke kantor di hari-hari selanjutnya.

cuplikan film devil wears prada 2006
Andy pertama kali masuk Runway

Andy yang Modis Mulai Mendapatkan Beberapa Tugas Penting dari Miranda

Setelah adanya perubahan drastis dari Andy yang kini modis, Miranda tidak diam saja dan menyuruh gadis itu dengan tugas di luar nurul: mencarikan naskah Harry Potter yang belum terbit untuk putri kembarnya! Andy yang sebenarnya mau resign karena tidak mampu melakukan tugas mustahil itu, beruntung dibantu seorang jurnalis bernama Christian Thompson. Setelah berhasil melakukan misi tersebut, sang bos mulai mendelegasikan beberapa tugas penting lain. Misalnya membawakan catatan Miranda ke rumah, yang bahkan ketika Andy melanggar aturan, si bos tidak terlalu mempermasalahkan. Puncaknya di suatu acara, Miranda meminta Andy ikut bersamanya walaupun ada Emily. Padahal malam itu Andy ada janji merayakan ultah pacarnya, Nate Cooper. Dari situ hubungan mereka makin renggang.

Karena flu, Emily kesulitan mengingat nama tamu dan ditolong si Andy. Makin yakinlah Miranda, sehingga menyuruh Andy untuk ikut bersamanya ke Paris Fashion Week. Lebih kejamnya lagi, si bos menyuruh Andy memberitahukan hal itu ke Emily langsung dan di saat itu juga. Kebayang kan, Emily yang sekarang tugasnya jadi seperti Andy di awal, kewalahan memegang banyak barang hingga ditabrak mobil. Andy merasa bersalah karena ketika insiden itu, dia sementara menelepon Emily. Bahkan sampai di RS, Andy harus cerita ke Emily mengenai delegasinya dari Miranda. Betapa kecewanya Emily, apalagi dia sampai diet ekstrem agar bisa ke Paris. Tapi mau gimana lagi, Andy juga merasa Miranda mengancam kariernya. Rencana kepergiannya ke Paris juga didengar Nate secara tak sengaja dan hal itu membuat mereka bertengkar hebat hingga memutuskan untuk putus. Nate merasa Andy sekarang sama dengan karakter para gadis modis Runway yang sering diejeknya.

hubungan andy dan nate jadi berantakan
Hubungan Andy dan Nate jadi berantakan

Hubungan Andy dan Pacarnya Beserta Emily Merenggang

Di Paris, Nigel memberi tahu Andy bahwa dia telah menerima pekerjaan sebagai direktur kreatif untuk desainer yang baru terkenal, James Holt. Itu benar-benar impiannya. Andy yang mabuk kemudian bermalam dengan Christian, dengan paginya dia mendapatkan pukulan telak. Christian memberi tahu bahwa Irv akan menggantikan Miranda dengan Jacqueline Follet (pemimpin redaksi Runway di Prancis yang tak disukainya). Lelaki itu juga akan menjadi editor dan mendukung Jacqueline. Andy kesal kepadanya, lalu mencoba memperingatkan Miranda tetapi si bos mengabaikannya.

Akhirnya di acara berikut, Miranda mengumumkan Jacqueline sebagai direktur kreatif baru Holt. Hal itu sangat mengejutkan Andy dan Nigel. Saat berada di dalam mobil, Miranda bercerita bahwa sejak awal dia sudah tahu rencana Irv dan memintanya untuk meletakkan Jacqueline di posisi yang sebenarnya untuk Nigel. Itu dia lakukan untuk mempertahankan posisinya, apalagi Miranda juga akan bercerai. Banyak masalah akan menerpanya. Andy tidak setuju dengan sikapnya yang mengorbankan Nigel, namun Miranda memperingatkan dia yang melakukan hal sama terhadap Emily. Menyadari akan prinsipnya sejak awal, Andy memutuskan untuk pergi meninggalkan Miranda. Bahkan ponselnya ia lempar ke air mancur ketika ada nama Miranda di layar yang sedang menghubunginya.

Kembali di New York, Andy menemui Nate yang rupanya akan pergi ke Boston untuk mengejar karier sebagai chef. Mereka sepakat untuk tetap berhubungan baik. Di hari yang sama, Andy memiliki wawancara di surat kabar New York Mirror. Tak disangka ketika si editor menelepon Miranda untuk meminta referensi, rupanya mantan bos memberi rekomendasinya! Dengan hati lega, Andy menelepon Emily untuk menawarkan pakaiannya selama di Paris. Selain itu ketika melihat Miranda di jalan, dia tersenyum dan melambaikan tangan. Seperti biasa si bos mengabaikannya, namun ikut tersenyum ketika sudah berada di dalam mobil XD

andy akhirnya resign karena nilai hidupnya tak sejalan dengan miranda
Andy akhirnya resign karena tak sejalan lagi dengan Miranda

Sinopsis dan Review Film The Devil Wears Prada 2 (2026): Ketika Tren Majalah Fashion Ternama Mulai Berubah Mengikuti Zaman

Film The Devil Wears Prada 2 (2026) mengambil latar 20 tahun setelah film pertama, semenjak Andy resign dari Runway, sudah sukses sebagai reporter di sebuah media bahkan beberapa kali mendapat penghargaan. Hingga di suatu hari, ketika mau menerima penghargaan lagi, Andy dan rekannya menerima pesan teks berisi pemecatan mereka secara sepihak. Ajang tersebut menjadi kesempatan Andy mencurahkan isi hatinya tentang jurnalisme yang tak akan pernah mati. Rupanya penggalan acara itu tersebar di internet dan sampai di pihak Irv Ravitz, pemilik perusahaan Elias-Clark termasuk Runway di dalamnya.

Miranda Priestly yang masih memegang redaksi Runway sedang menjadi bahan pembicaraan di publik karena gagal memeriksa artikel promosi dari merek yang menggunakan tenaga kerja paksa. Untuk mengembalikan kepercayaan akhirnya Irv merekrut Andy menjadi editor rubrik/feature. Miranda agak kesal karena Irv tidak cerita padanya terlebih dulu mengenai perekrutan itu. Andy bahkan diberi kantor yang biasa saja, dengan seorang asisten berdarah Tionghoa, Jin Chao yang berkacamata dan tampak culun. Mirip-mirip dengan Andy ketika pertama bekerja di Runway gitulah.

andy kembali bekerja di runway pada film the devil wears prada 2
Andy kembali bekerja di Runway

Andy Berhasil Mendapatkan Jadwal Wawancara dengan Desainer Terkenal

Miranda yang sekarang tampak sedikit kehilangan ‘tanduk’-nya. Dia sudah menggantung mantelnya sendiri dan tidak sembarang melemparkannya pada asisten pertama- Amari dan keduanya- Charlie. Karena dulunya dia sempat kena laporan ke SDM hahaha. Nigel Kipling cerita ke Andy bahwa sudah setahun Runway tidak memiliki edisi cetak karena tak ada lagi orang yang mau membacanya. Sebagai gantinya, Runway hanya bisa dibaca secara digital, dapat diunduh dan aktif pula di media sosial. Miranda menyuruh Andy ikut bersamanya menemui salah satu pengiklan utama yaitu Dior, yang ternyata ada Emily di sana sebagai eksekutif senior. Andy merasakan ketegangan ketika negosiasi antara Miranda dan Emily, yang perusahaannya menaikkan harga dan meminta slot iklan yang berlebihan.

Andy menulis artikel-artikel serius, namun sayang hanya sedikit orang yang membacanya. Ketika sahabatnya, Lily mengajak melihat apartemen baru, Andy jadi bertemu dengan pacar baru, Peter. Si Peter ini developer dari apartemen tersebut. Nah, Irv menekan Miranda, kemudian wanita itu terhadap Andy karena tulisannya belum berdampak. Berpikir keras akhirnya Andy berusaha menemukan nomor kontak dari Sasha Barnes, seorang desainer miliarder. Sasha sudah cukup lama tidak menerima wawancara karena dalam fase menenangkan diri dari perceraiannya dengan Benji Barnes, bos perusahaan teknologi. Artikel Andy berhasil mengangkat atensi publik lagi terhadap Runway. Miranda sampai mengundangnya ke private party di kediamannya, bahkan pesta ulang tahun Irv nanti dan Andy berhasil membujuk Nigel agar meminjamkan baju-baju kece untuknya dari koleksi Runway XD

karyawan runway dan pertemuan dengan emily
Karyawan Runway dan pertemuan dengan Emily

Pengurangan Budget di Segala Sektor Setelah Peristiwa Besar Terjadi

Irv bahkan berjanji untuk mempromosikan Miranda menjadi kepala konten global untuk seluruh perusahaan medianya. Betapa senangnya sampai Miranda menceritakan hal itu pada Andy, bahkan memuji pekerjaan gadis itu! Sesuatu yang tak pernah dia lakukan kepada Andy. Irv juga akan menambah budget untuk bagian rubrik. Sayangnya tepat di hari ulang tahun Irv, beliau berpulang yang menyebabkan keinginan mereka kandas. Putranya, Jay, tidak terlalu menyukai dunia mode atau pun Runway, sehingga menunda promosi Miranda dan menyewa para konsultan manajemen untuk merekomendasikan pemotongan biaya. Lucunya lagi Jay mengajak Miranda ke kafetarianya kantor dan wanita itu selama ini tak tahu adanya tempat tersebut hahaha. Hal itu mengundang tatapan banyak orang, termasuk mengundang rasa penasaran Nigel, Andy dan Jin Chao. Asisten Andy itu walau masih muda, otaknya encer, bisa punya cara untuk menguping pembicaraan Miranda, Jay dan yang lain pakai HP hahaha XD

Andy yang akhirnya mengetahui banyak hal dari rapat tersebut, tidak terima jika rubriknya akan hilang. Cerita ke Nigel juga tak membuahkan saran. Nekat pergi ke rumah Miranda pun tidak membawa dampak karena wanita itu tampak menyerah terhadap niatnya Jay. Bahkan karena masalah itu, Andy sampai tak sengaja menyinggung pekerjaannya Peter. Lelaki itu berusaha memahaminya dengan memberi waktu untuk mereka berdua merenung satu sama lain. Miranda, Amari, Nigel, Andy dan rombongan pergi ke Milan Fashion Week, Italia menggunakan penerbangan kelas ekonomi demi menghemat budget.

pergi ke milan fashion week
Pergi ke Milan Fashion Week

Nasib Runway Jika Berpindah Tangan Ke Orang yang Salah

Selama acara Milan Fashion Week, Nigel mengadakan gala Runway dengan menyiapkan penampilan Lady Gaga. Andy menyusun rencana untuk menyelamatkan Runway dengan meyakinkan Benji, mantan suami Sasha dan pacar Emily saat ini. Miranda sempat memancing Andy dengan kata ‘pengkhianat’ sehingga gadis itu akhirnya membujuk Emily untuk mengungkapkan semuanya. Namun Miranda sangat marah, karena dia tahu Emily mau membeli Runway untuk memecatnya. Gadis itu tak mengelak, bahkan mengungkapkan kekecewaannya karena Miranda membiarkan Dior merekrutnya. Miranda pun memberikan alasan bahwa Emily tidaklah visioner.

Pada acara makan malam, Miranda sampai menemui Benji untuk mencari tahu visi misinya. Ternyata lelaki itu malah setuju dengan penggunaan AI dalam industri mode, membuat Miranda pulang lebih dulu dengan perasaan kecewa. Suaminya yang sekarang baru lagi (ketiga!) tapi lebih perhatian, memberi kejutan dengan menemuinya di Milan. Stuart memberi dukungan penuh sehingga Miranda memiliki ide cerdik. Pagi-pagi dia pergi membangunkan Andy dan menyuruhnya mencari seseorang untuk membeli Runway dengan harga jauh lebih mahal dari Benji!

Miranda sementara menghapal kata-kata sambutan untuk acara utama. Andy memintanya pergi bersama karena telah menemukan si calon pembeli, bahkan menyadarkan Miranda untuk mendelegasikan tugasnya kepada Nigel! Begitu banyak perubahan yang Andy buat, hingga Emily juga menyadari kesalahannya dan ingin berteman dengan gadis itu. Siapakah orang yang membeli Runway? Lalu bagaimana nasib Andy setelahnya? Siapa yang sebenarnya merekomendasikan Andy pada Irv?

miranda berusaha mengatasi masalah runway di film the devil wears prada 2
Miranda berusaha mengatasi masalah Runway

Sekuel yang Sejak Lama Menjadi Pertimbangan dan Akhirnya Terwujud

Melansir dari Wikipedia, The Devil Wears Prada diadaptasi dari novel karya Lauren Weisberger, bergenre chicklit yang terbit tahun 2003. Sebelum menulis novel ini, Lauren pernah bekerja sebagai asisten pribadi editor Vogue, Anna Wintour. Sama seperti Andy Sachs yang bekerja untuk seorang editor majalah mode berpengaruh, yang juga orang Inggris seperti Anna. Jadi kebayang dong, TDWP kemungkinan berasal dari pengalaman pribadi si penulis dengan tambahan bumbu fiksi.

Sekuelnya Revenge Wears Prada: The Devil Returns terbit pada tahun 2013. Sempat ada wacana filmnya akan ada sekuel, namun katanya Meryl tidak tertarik, sementara Anne mau asalkan bekerja dengan orang yang sama dengan cerita yang berbeda. Tahun 2018 novel ketiganya, When Life Gives You Lululemons terbit. Nanti di bulan Juli 2024, pihak Walt Disney Studios, divisi induk dari 20th Century Studios tertarik untuk mengembangkan sekuel. Negosiasi dimulai pada bulan itu dengan Aline yang kembali menulis skenario. Meryl, Anne dan yang lain akhirnya setuju mau main bareng.

novel the devil wears prada dan 2 sekuelnya
Novel The Devil Wears Prada dan 2 sekuelnya (dok. ebay.com)

Film The Devil Wears Prada 2 adalah Sekuel yang Sangat Relevan dengan Masa Kini

Menurutku keputusan mereka untuk menayangkan sekuel dengan jeda 20 tahun sangat tepat karena relevan dengan perkembangan majalah di masa kini. Bahkan media cetak manapun, coba lihat di Indonesia sudah sangat jarang ada majalah fisik kan? Kebanyakan dalam bentuk digital dan perlu berlangganan. Kalaupun gratis, banyak iklannya. Film ini menyoroti banyak aspek dalam dunia kerja seperti pemecatan, bos NPD, kualitas manajemen yang menurun sejak pemilik aslinya tiada, efisiensi budget, penggunaan AI dan lain-lain. Jika pada film pertama kita baru mulai belajar untuk menghadapi dunia kerja, di film keduanya ini memberikan makna hidup sebagai orang dewasa yang cenderung mencari stabilitas dalam pekerjaan.

Kamu harus menonton film pertamanya untuk merasakan pengalaman nostalgia karena banyak detail menyenangkan tersebar di beberapa adegan. Aku kasih SPOILER ya, skip kalau tidak mau baca, karena artikel ini sekalian jadi pengingatku sih :

  • Bagian opening Andy yang sikat gigi di pagi hari,
  • Pemberian tas mewah dari Andy pada Lily, serta pengakuan kepada sahabatnya itu bahwa dia pernah tidur dengan kliennya (menyiratkan soal Christian pada film pertama),
  • Adegan perkenalan Amari serta Charlie (harus tahan pipis dan tidak sembarangan meninggalkan meja) mengingatkanku pada tingkah Emily dan Andy,
  • Pembicaraan Charlie dan Andy soal pergi ke rumah Miranda dan tak ada yang berani menaiki tangganya,
  • Ketika berada di kafetaria, Nigel menyoroti lagi makanan kesukaan Andy yang masih sama dia ambil yaitu sup jagung (hafal bener Pak),
  • Emily sesekali menggunakan warna eyeshadow biru,
  • Pertanyaan Andy pada Nigel tentang bagaimana dia masih bisa bertahan di Runway padahal Miranda memperlakukannya agak kejam pada film pertama,
  • Awal masuk Andy di kantor Runway pakai sweater Cerulean Blue, sementara di film kedua, dia mengenakan baju berwarna sama pada bagian akhir.

Jujur Aku Lebih Suka Sekuel Ini!

Plotnya tersusun rapi dan ada plot twist-nya. Sedikit mudah tertebak tapi tetap menyenangkan untuk terkuak. Untuk kedalaman ceritanya, mungkin karena seiring bertambah umur, aku jauh lebih menyukai versi sekuel ini. Asmaranya juga terkesan tempelan alias seperlunya dan itu sangat tepat! Fokusnya tertuju pada karier para wanita hebat ini. Aku suka bagaimana suami baru Miranda terlihat sangat menyayanginya, sehingga menjadi nyaman dan bergantung kepada sarannya. Atau melihat dari sisi Andy yang terlihat seperti menyerah akan cinta sampai membekukan sel telur, namun pada akhirnya tetap membuka hati untuk seseorang yang mau memahaminya. Pacar barunya begitu dewasa dan memberikan ruang sendiri yang Andy butuhkan. Intinya tidak seperti Nate dulu yang sering menyalahkan dan tidak memahami pekerjaan Andy, selain itu mereka masih sangat muda dan lebih fokus dalam mengejar cita-cita.

Sosok Miranda jadi terasa lebih manusiawi. Semua karakter dari film ini sama seperti yang pertama, tetap realistis, bukan sosok yang digambarkan hitam semua, atau putih semua. Namun pengembangan karakternya sangat terasa, mereka memang sama dengan yang dulu tetapi makin dewasa mengikuti zaman. Aku suka melihat Miranda yang tidak sejutek dulu, perkataannya masih agak pedas, tetapi dia menunjukkan emosi berbeda, bahkan dari perkataannya. Dia sempat mencurahkan isi hati pada Andy beberapa kali, bahkan mengatakan terima kasih dan memuji pekerjaannya.

Amari sering memperingatkan Miranda dengan kata berulang ‘no…no…’ setiap kali ada sikap atau kalimat yang akan menjurus ke hal tidak baik. Bahkan Miranda menyebut nama Amari (bukan Emily terus hahaha), serta menyerukan kata tolong! jika menyuruhnya. Kalimat ‘that’s all‘ sepertinya hanya Miranda ucapkan ke Andy hahaha. Mengingatkan bahwa generasi sekarang memang lebih peka dengan kesehatan mental, sehingga tindakan macam bully bisa menimbulkan kecaman di medsos sampai menimbulkan cancel culture. Mana kelakuan Miranda dulu kan rada toxic ya, suka lempar mantelnya sampai memberikan tugas di luar nalar hahaha.

miranda dan asistennya amari di film the devil wears prada 2
Miranda dan asistennya Amari

Karakter Para Tokoh Utama Masih Sama, Namun Lebih Dewasa

Andy tidak terlalu banyak berubah, namun aku merasa terharu karena seperti tumbuh bersamanya. Di film ini, dia sudah menjalani passion-nya sebagai jurnalis selama bertahun-tahun, lalu kembali lagi di perusahaan lamanya dan beradaptasi kembali. Andy yang sekarang lebih percaya diri. Pengalamannya dalam kepenulisan sudah lebih mahir bahkan berhasil mengangkat citra Runway. Sama seperti Miranda, mereka sangat mencintai pekerjaan dan pada akhirnya sering mengorbankan hubungan romantis dengan pria. Sikap canggung Andy juga masih muncul, bahkan terkadang berani melakukan apa yang dia rasa benar padahal belum paham apa yang akan dihadapinya.

Nigel masih tetap bapak kantoran yang baik hati. Apalagi perbuatannya kepada Andy, dari memilihkan hingga meminjamkan baju bagus hingga merekomendasikannya! Dia masih ingat makanan favorit Andy dan mendukungnya walau dengan perkataan yang sangat datar. Karakternya yang sangat loyal dan fokus dengan pekerjaan yang dia cintai tanpa mikir panjang soal perbuatan Miranda dulu. Akhirnya sikap yang konsisten terus berada di sisi Miranda membuahkan hasil, Nigel dipercayakan membawa kata sambutan.

Emily masih suka berbicara dengan judes, tapi wajahnya lebih bersahabat. Karena itu tidak disangka-sangka akan berubah. Dia sebenarnya sosok yang butuh validasi. Menurutku Miranda pikir sikapnya baik karena menempatkan Emily di posisi yang lebih cocok, namun caranya yang salah sehingga gadis itu sangat kesal. Walau memang Emily lebih cocok jadi pelaksana sih. Buktinya karier Emily sangat berkembang di Dior. Set up warna pink di galeri Dior menunjukkan sikap perfeksionisnya yang menata ruang dengan selera bagus. Ada yang bilang dia jadi ani-ani, menurutku nggak sih, kan dia sudah cerai dan kebetulan berhubungan romantis dengan orang kaya raya.

Sinematografi dan Scoring-nya Terasa Nostalgia

Para tokoh pendukung seperti Amari, aku suka sikapnya yang tenang dan mendominasi. Begitu pula Charlie yang lucu, juga Jin Chao yang merepresentasikan karyawan gen Z. Banyak akal dan berani sehingga mematahkan opini Andy dan Nigel tentangnya. Paling menyebalkan itu si Jay, memang sih dia anak bos, tapi tidak sopan menepuk-nepuk bahu orang yang lebih tua bahkan seumuran dengan ayahnya. Mana lagi panggil rapat manajemen di kafetaria, sangat tidak privat hahaha. Akting para pemainnya masih sama bagus dengan film pertama. Para pemeran pendukung juga tetap mencuri perhatian, apalagi kameonya bikin takjub. Ada Donatella Versace dan Lucy Liu, juga penampilan lagu spesial dari Lady Gaga. Bukan kaleng-kaleng!

Sinematografinya mengingatkanku pada film romcom era 2000-an. Tone-nya hangat (tapi tidak secerah dulu), set up sekuelnya lebih megah. Banyak adegan fashion show, termasuk gala dengan banyaknya kamera yang memotret dan bertabur pakaian modis. Gaya pakaian Andy memang tidak tampak semodis dulu layaknya model yang warawiri dalam perusahaan. Maklum sih karena dia sudah lebih lama bekerja sebagai jurnalis yang sering bepergian ke berbagai daerah. Begitu pula para rekan kerja Runway-nya yang terlihat lebih praktis karena menyesuaikan dengan era sekarang. Pemandangan indah berhasil terambil dengan baik, dari suasana malam, interior bangunan termasuk museum dan danau Como.

gaya pakaian andy dulu dan sekarang
Gaya pakaian Andy dulu dan sekarang (dok. variety.com)

Untuk scoring-nya juga masih terasa wah. Lagu instrumen dari film pertama yaitu Suite From The Devil Wears Prada juga muncul dengan aransemen berbeda berjudul Forever My Girl dan masih dibuat oleh Theodore Shapiro. Ditempatkan pada bagian ending, rasanya mau nangis haru dengarnya hahaha. Ada lagu ikonik baru yang dibawakan Lady Gaga dan Doechii berjudul Runway yang asyik di telinga. Genrenya house-pop, dengan lirik yang bermakna kepercayaan diri setiap hari untuk menjadi model. Cocok banget dengan filmnya!

Yang Bisa Kamu Pelajari dari Film The Devil Wears Prada 2

Dari film The Devil Wears Prada 2 (2026) mengajarkan kita agar:

  • Walaupun banyak hal berubah di dunia, kamu punya diri sendiri. Jangan pernah berhenti belajar. Industri berkembang pesat, jika tidak mau menambah ilmu maka akan tertinggal.
  • Sebagai pribadi, tiap orang akan bernilai karena pekerjaan, semangat dan karakternya.
  • Berganti karier beberapa kali, bahkan akhirnya tidak sesuai passion adalah sesuatu yang normal.
  • Menjadi pemimpin seharusnya menghargai para bawahannya sebagai satu tim, kesuksesan bukan hanya karena diri sendiri. Biasanya ada bawahan yang loyal dan berprestasi. Tunjukkan apresiasi, ucapkan terima kasih dan sesekali menampilkan kemampuan mereka di depan orang lain. Bukannya merasa tersaingi.
  • Pemimpin yang sukses biasanya memiliki banyak pengorbanan. Semakin tinggi jabatannya, semakin berat tanggungjawabnya.
  • Sampaikan tujuan dengan jelas kepada atasan. Orang yang sering diam tidak akan mendapatkan kesempatan. Kalau bukan pada bos langsung, bisa curhat ke rekan kerja yang terpercaya, siapa tahu kamu akan dapat solusi.
  • Berhenti mengejar validasi. Ketahuilah nilai diri dan secara konsisten memberikan hasil sesuai kemampuan. Terkadang ketika kita berhasil bertahan, akan ada waktunya pekerjaan kita membuahkan hasil.
  • Jangan sering mengeluh atau bergosip. Setiap orang memiliki cara kerja yang berbeda, terutama dalam lingkungan penuh tekanan. Tunjukkan hasil kerja bukan hanya opini.
  • Kritik atau saran tidak selalu baik, tetapi sangat perlu. Pertumbuhan terjadi ketika kamu menerima saran, introspeksi dan melakukan perubahan ke arah yang baik.
  • Jadilah seorang visioner, bukan hanya pelaksana. Kembangkan ide-ide kreatif dan rasa ingin tahu.
  • Bangun hubungan baik dan perluas networking karena siapa tahu di lain waktu kita akan membutuhkan bantuan mereka.
  • Beri penghargaan pada diri sendiri. Sesekali adakan self-reward. Jangan menunggu orang lain merayakan keberhasilan atau mengakui prestasimu, besar atau kecil sekalipun.
  • Kamu selalu punya pilihan. Jika ada yang tidak sesuai prinsipmu, kemukakan. Apabila tidak bisa sejalan, bahkan membahayakan diri, lebih baik berhenti dan memilih jalan lain.

Kekurangan Film The Devil Wears Prada 2 (2026)

Kekurangan film The Devil Wears Prada 2 menurutku :

  • Daripada memberi kisah romansa Andy yang terasa tempelan, akan lebih bagus jika penulis lebih mengeksplorasi ceritanya Amari, Charlie atau Jin Chao. Boleh juga menunjukkan adegan kenapa Amari bisa ‘mengontrol’ Miranda.
  • Mendekati ending, penyelesaian masalah pembelian Runway terasa sangat mudah. Jadi aku rasa malah terburu-buru, masalah itu juga bikin hubungan cinta Emily berubah hahaha.
  • Bagaimana Miranda tahu isi percakapan telepon Andy dan teman penulisnya yang menyarankan membuat biografi tentangnya? Kan Andy sedang di dalam kamar ketika itu.

Buat kamu yang suka genre drama komedi bernuansa dunia fashion dan sedikit romansa, film The Devil Wears Prada 2 (2026) akan sangat cocok untuk kamu tonton. Film ini jadi salah satu sekuel terniat dan bagus yang pernah dibuat walau ada jeda 20 tahun sekalipun! Jika kamu suka ulasannya dan merasa artikel ini bermanfaat, boleh minta tolong share link atau komen di bawah ya. Sampai ketemu di review berikut 🙂


Info Seputar Film The Devil Wears Prada 2 (2026)

Judul : The Devil Wears Prada 2 (2026);

Tgl Rilis : 29 April (Indonesia), 1 Mei 2026 (USA);

PH : 20th Century Studios, Wendy Finerman Productions;

Genre/Rate : Drama, Comedy /R 13+;

Negara Asal : USA;

Waktu : 119 Menit;

Pemain : Meryl Streep sebagai Miranda Priestly, Anne Hathaway sebagai Andrea “Andy” Sachs, Emily Blunt sebagai Emily Charlton, Stanley Tucci sebagai Nigel Kipling, Justin Theroux sebagai Benji Barnes, Kenneth Branagh sebagai Stuart, Tracie Thoms sebagai Lily, Tibor Feldman sebagai Irv Ravitz, Simone Ashley sebagai Amari Mari, Lucy Liu sebagai Sasha Barnes, Patrick Brammall sebagai Peter, Caleb Hearon sebagai Charlie, Helen J. Shen sebagai Jin Chao, Pauline Chalamet, Rachel Bloom sebagai Tessa, B. J. Novak sebagai Jay Ravitz, Conrad Ricamora, Donatella Versace, Lady Gaga, Ciara, Calum Harper dan Ashley Graham.

Sumber Foto lain : Trailer Youtube.

Ada quotes yang ingin kubagi di sini :

“Ada yang lebih penting dari uang, jurnalisme itu sangat berarti!” ~ Andy

“Kenapa dirimu mau dinilai karena pernikahanmu?” ~ Sasha

“Selalu semuanya tentang yang kumau. Tapi aku lupa bertanya padamu, apa ini semua kamu inginkan juga?” ~ Miranda

“Jangan memutuskan sesuatu berdasarkan apa yang kamu rasakan sekarang. Kamu hanya bayangkan besok. Bangun, punya espreso, kamu lihat ke luar jendela yang menampilkan semua lapisan Milan, baru kemudian kamu berpikir apa yang akan kamu lakukan selanjutnya.” ~ Stuart

Rating versiku : 4/5

Trailer bisa kamu lihat di sini:

Kalau kamu mau kasih rating berapa?

Klik bintang di bawah untuk berikan rating ya!

Rating rata-rata 4 / 5. Yang sudah merating : 1

Belum ada ratingnya! Jadilah yang pertama berikan bintang

Share :

admin

Leave a comment

Kembali ke atas
error: Nggak boleh dicopy. Share link saja ya