[Review Film] Na Willa (2026), Mengamati Dunia Melalui Sudut Pandang Anak Perempuan

Halo, selamat Hari Raya Idul Fitri buat kamu yang merayakannya! Nah di bioskop sekarang sedang banyak tontonan keluarga yang bagus-bagus, salah satunya dari PH Visinema yaitu film berjudul Na Willa (2026). Film ini mengadaptasi buku pertama trilogi berjudul Na Willa: Serial Catatan Kemarin karya Reda Gaudiamo, dengan penulis naskah sekaligus sutradara dari film terkenal yang tayang pada Lebaran tahun lalu- Jumbo yaitu Ryan Adriandhy. Terdiri dari para pemeran seperti Luisa Adreena, Irma Rihi, Junior Liem, Freya Mikhayla dan Ira Wibowo yang menyemarakkan cerita. Film Na Willa (2026) bercerita tentang kehidupan sehari-hari gadis enam tahun era 1960-an yang terasa magis di gang daerah Surabaya.

para tokoh film na willa 2026
Para tokoh film Na Willa 2026 (dok. X-VisinemaID)

Sinopsis dan Review Film Na Willa (2026): Kehidupan Sehari-hari Nan Magis Seorang Gadis Kecil di Gang Surabaya

Film Na Willa (2026) mengisahkan kehidupan harian seorang gadis kecil enam tahun yang tinggal di sebuah gang Krembangan, daerah Surabaya pada tahun 1960-an. Na Willa berasal dari keluarga multikultural, tinggal bersama ibu yang berasal dari NTT dan ayah keturunan Tionghoa yang dipanggilnya Mak dan Pak. Selain itu ada Mbok asisten rumah tangga yang selalu siap membantu mereka. Mak ibu rumah tangga biasa dan sering menjahit baju. Sementara Pak bekerja di bagian pelayaran, sehingga jarang pulang ke rumah. Namun sekalinya pulang, agak lama dan sering meluangkan waktunya untuk Na Willa. Misalnya membuatkan ayunan dalam kamar untuknya. Selain itu Pak sering membawakan banyak buku untuk dibacakan Mak pada Na Willa sebelum dia tidur. Na Willa suka makan pisang, mau pagi siang sore malam selalu pisang. Dia suka bermain dengan dua bonekanya yang lucu dan bahkan dia beri nama juga.

Mak sering mengajak Na Willa ke pasar untuk berbelanja dan menitipkannya sementara di warung Cik Mien. Temannya Mak itu sangat baik, sering memberikan dia minuman gratis. Orange Cruz yang rasanya nyekrus hahaha. Di pasar Na Willa melihat jualan anak ayam sehingga tebersit keinginan untuk memilikinya. Namun Mak tidak mengizinkan.

keluarga na willa multikultural
Keluarga Na Willa multikultural (dok. trailer Youtube)

Na Willa Bersama Tiga Teman Dalam Gang Krembangan

Na Willa juga punya teman bermain di gang. Ada Farida, Dul dan Bud. Farida bersaudara kerabat dengan Dul, sementara Bud punya adik perempuan. Farida memiliki banyak kakak dalam keluarganya, jadi jarang dicari kalau keluyuran. Na Willa suka dengan kakak Farida, Martini yang baik karena sering memberinya kue cucur. Dul suka sekali berlari dan agak lincah. Namun kalau pelajaran, dia agak lamban. Namun Na Willa sangat suka berteman dengannya karena merasa Dul itu hebat. Selain itu hobi Dul mengejar kereta. Bud lebih suka bermain dengan miniatur tentaranya sambil mengelap ingus.

keceriaan na willa bersama dul farida dan bud
Keceriaan Na Willa bersama Dul, Farida dan Bud (dok. trailer Youtube)

Suatu hari Dul mengajak Na Willa melihat kereta dari rute jalan baru yang dia dapatkan. Jelas Mak tidak memberi izin dan berbohong pada Dul bahwa Pak akan segera pulang. Na Willa dengar dan marah karena Mak berbohong, padahal sebelumnya dibilang perbuatan itu tidak baik. Ketakutan Mak beneran terjadi, Dul celaka hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit. Na Willa jadi agak murung sejak itu, sehingga Mak membelikannya anak ayam untuk jadi peliharaan. Lucunya Na Willa memberikan nama hewan itu ‘anak ayam kuning kecil sekali’ 😀

Selain itu tingkah menggemaskan Na Willa tidak berhenti sampai di sana. Farida sering mengajak Na Willa ikut mengaji di rumahnya, yang akhirnya diizinkan Mak. Sebelumnya Mak tidak mau Na Willa nantinya mengganggu, lagipula mereka juga bukan beragama yang sama dengan Farida. Jadi Mak meminta anak itu untuk tidak ribut dan mengganggu Farida. Beneran Na Willa duduk paling belakang dan diam menyimak.

Na Willa Kesepian Karena Para Sahabatnya Sudah Bersekolah

Di hari lain, Na Willa mengambil sepiring nasi dan ikan goreng yang ada di meja, lalu diletakkannya ke kandang anak ayam. Dia teringat dengan pesan Mak untuk bertanggungjawab memberikan makan hewan peliharaannya. Lalu Na Willa mengambil seprai yang dijemur, memakainya di rumah Farida agar bisa tampil sama dengan mereka. Mbok sampai heran apa-apa hilang dalam rumah hahaha.

Lebih parahnya setelah Na Willa dihukum mencuci seprai kotor bareng Mbok, kan Mak tidak mengizinkannya ikut ke pasar. Na Willa yang sendirian bermain pun bosan dan membongkar isi radio karena penasaran apa Lilis Suryani, penyanyi lagu Oh Hesty ada di dalamnya. Mak yang memergokinya takut Na Willa akan kesetrum dan memberi hukuman untuk memasang lagi apa yang sudah dibongkar tadi. Kemudian Mbok menyatakan pendapatnya kepada Mak bahwa Na Willa kemungkinan kesepian. Apalagi Na Willa sudah jarang bermain dengan teman-temannya yang mulai masuk TK. Mak sebenarnya masih takut dan ragu jika Na Willa pergi bersekolah, sehingga dia mengajari sang anak baca tulis di rumah.

willa yang kesepian
Willa yang kesepian (dok. trailer Youtube)

Mak mengirim surat kepada Pak berisi tentang keresahannya selama ini, termasuk kebohongannya pada Dul. Balasan surat dari Pak memberi pencerahan, sehingga Mak berani membuka jendela kamar Na Willa yang sebelumnya tertutup karena sering terdengar keras bunyi kereta. Mak juga mengajak Na Willa pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Dul. Anak ayam kecilnya juga dia bawa serta agar menjadi teman bermain Dul sehingga tidak kesepian.

Fase Sekolah yang Membuka Mata Na Willa

Mak mengajak Na Willa pergi ke pesta pernikahan Martini. Sebelumnya Martini menangis di depan Farida dan Na Willa. Penasaran si Na Willa sempat tanya ke Mak kenapa Martini nangis padahal mau nikah. Dia tidak puas dengan jawaban Farida yang bilang kalau mau nikah ya biasa itu akan nangis hahaha. Mak menjawab dengan bijak kalau nikah bukan hanya soal pakai gaun bagus tapi ada banyak yang harus dilakukan. Akhirnya dengan polos Na Willa bilang tidak mau nikah hahaha. Di pesta nikah itu, mereka bertemu lagi dengan teman Pak, nyonya Chang. Melihat kepintaran Na Willa yang membaca papan nama buah yang tertukar, beliau menawarkan Mak untuk menyekolahkan anak itu.

Ketika Mak siap anaknya bersekolah, sayang itu tidak seindah bayangan mereka berdua. Baru hari pertama Na Willa berlari pulang ke rumah sendiri sambil menangis. Perkenalan nama saja sudah ditertawakan anak sekelas. Ibu gurunya galak, tidak percaya Na Willa bisa membaca menulis, bahkan menyalahkan anak itu ketika bertengkar dengan tiga teman kelasnya. Padahal Na Willa yang di-bully ‘Cino’ dengan menyentil sukunya. Mak yang bijak akhirnya mengajak anaknya itu bersama-sama mencari sekolah yang cocok dengan menaiki sepeda. Akankah Na Willa menemukan sekolah yang baru? Bagaimana dengan teman-teman barunya?

sekolah hari pertama
Sekolah hari pertama (dok. trailer Youtube)

Ulasan Film Na Willa (2026), Perlahan Namun Sarat Bahan Perenungan Anak dan Orang Dewasa

Film Na Willa tentang apa? Sebenarnya sangat simpel khas slice of life yang slowburn. Perlahan-lahan namun bikin hati hangat dengan durasi yang terasa pas. Berasa nonton film Jepang keluaran Studio Ghibli itu loh, atau yang lebih mendekati Totto-Chan: The Little Girl at the Window. Sudah lama tidak ada film atau series ramah anak seperti ini, dulu di jamanku banyak. Ada Keluarga Cemara, Petualangan Sherina sampai Joshua Oh Joshua.

Film ini terasa cocok untuk anak-anak juga orang dewasa. Apalagi kita yang sudah dewasa, film ini bisa jadi bahan perenungan untuk lebih memahami anak. Pengalaman nostalgia juga berhasil terbangun dari film ini. Ketika dulu kalau ke pasar, suka meletakkan tangan ke dalam karung beras atau kacang hijau. Pengalaman menyenangkan bermain bersama teman-teman, dari miniatur, rumah-rumahan sampai layang-layang. Beneran comfort movie! Dulunya kita juga seperti Na Willa dengan tingkahnya yang acap kali absurd karena keingintahuan yang besar. Sehingga film ini tidak membosankan sama sekali, malah banyak yang tertawa karena mendengar pertanyaan atau pernyataan polos Na Willa seperti ‘Aku mau sekolah terus, tidak mau kawin’ atau ‘Mak aku juga mau nginap di rumah sakit’ XD

Sarat Eksplorasi dan Pemakaian Bahasa Baku Terasa Tidak Kaku

Film ini sangat sarat akan daya eksplorasi Na Willa. Bagaimana dia melihat debu beterbangan ketika Mak memukul kasur dengan rotan yang tampak seperti bintang. Mendeskripsikan bentuk dan warna anak ayam dengan detail, atau rasa Orange Cruz yang sulit digambarkan dan akhirnya dia sebut sebagai nyekrus. Membongkar radio, menatap ulat bersama teman-temannya. Aku suka filosofi ulat jadi kupu-kupu yang Mak jelaskan, seakan seperti foreshadowing perjalanan Na Willa yang semakin besar semakin pintar. Bagaimana Cik Mien yang sering memberikan minuman gratis, namun di sekolah Na Willa harus membayar untuk mendapatkannya. Lingkungan luar membuat mata Na Willa perlahan terbuka.

Selain itu penggambaran berbohong dari Mak juga menarik, yang nantinya membuat dilema dengan white lies. Ataupun masalah pernikahan yang tetap terlihat ringan di mata anak-anak. Itu semua bisa jadi bahan perenungan orangtua. Sangat menarik! Belum lagi ‘kehadiran’ Pak yang selalu ada untuk keluarganya, walau jarang pulang. Pak selalu bertukar kabar dengan Mak mendiskusikan mengenai Willa, tidak membiarkan istrinya berpikir semua sendirian. Ketika di rumah, dia juga total mencurahkan waktu dan energinya untuk keluarga. Tidak ada adegan kekerasan di sini, hanya bagian menjewer saja yang masih tergolong ringan. Adegan kecelakaan pun hanya dari suara saja.

Dari penggunaan bahasa baku yang mereka lontarkan, aku sangat suka. Tidak aneh sama sekali! Terasa cocok banget, apa mungkin karena latar tahunnya ya? Untuk sinematografinya sangat indah. Penggunaan kamera juga terasa membawaku dalam sudut pandang Na Willa. Sering kamera menyorot Mak dari bawah seolah pandangan Na Willa menatap Mak yang berdiri di hadapannya. Atau posisi kamera sejajar dengan Na Willa sehingga para orang dewasa hanya kelihatan setengah badannya saat berada di sekolah kedua.

Film na willa 2026 menyoroti sudut pandang anak kecil
Film Na Willa mengambil sudut pandang anak kecil (dok. trailer Youtube)

Tone Film Sangat Hangat, Animasinya Cakep!

Tone film ini juga sangat hangat dan klasik. Selain itu penuh dengan properti warna-warni, baik kostum maupun benda-benda di sekitar Na Willa. Propertinya juga sangat menggambarkan era jadul, ada radio bernama Erres dan berbagai warung di pasar yang bergaya lama. Latar warungnya Cik Mien juga bagus! Style para pemeran juga sangat konsisten dan bisa kamu bedakan dengan mudah. Misalnya Na Willa yang rambutnya berponi dan kepang dua, hampir selalu mengenakan baju merah. Farida yang sering mengikat setengah rambutnya dan Bud yang ingusan. Atau rambut Mak yang ikal dan sangat Na Willa dambakan sampai bertengkar dengan Mbok hahaha.

Animasi di sepanjang film juga sangat menarik perhatian. Pertama, pada bagian pemisah beberapa babak dalam film ada gambar animasi yang lucu. Selain itu, ada beberapa adegan bagus seperti saat Na Willa pergi ke sekolah pada hari pertama yang diantar Mak naik sepeda, ada bunga bermekaran di sepanjang jalan. Di lain adegan, Na Willa membayangkan kapur serta burung kertas origami beterbangan di kelas yang tampak magis. Ada juga adegan teatrikal dalam rumah ketika Na Willa bersama Mak membaca surat dari Pak. Bagus banget! Tidak kalah menarik ketika Na Willa dan Dul bernyanyi di rumah sakit, semuanya di sana ikut menari mengikuti irama dengan properti yang lucu.

teatrikal dan animasi di film na willa 2026
Teatrikal dan animasi di film Na Willa (dok. trailer Youtube)

Lagu Ikonik, Akting Memukau

Jika Jumbo punya lagu ikonik ‘Selalu Ada di Nadimu’, di film ini ada ‘Sikilku Iso Muni‘ dari bahasa Jawa yang berarti ‘Kakiku Bisa Berbunyi’. Sama-sama lagu yang Laleilmanino ciptakan. Enak banget di telinga, ponakanku sangat suka! Sentuhan jazz-ragtime yang ceria, terasa banget nuansa vintage-nya pun pesan positif tentang kaki baru Dul. Ada selipan lagu lama ‘Oh Hesty‘ yang bikin senyum-senyum ketika Na Willa nyanyikan dengan riang.

Dari segi akting, aku suka semuanya! Mulai dari pemeran utamanya, yang berperan jadi Na Willa, Luisa yang sangat ekspresif. Tidak terlihat kecanggungan atau kekakuan, seperti sosok Na Willa beneran ada di dalam dia. Cara nangisnya juga khas bocil. Yang jadi Dul juga bagus banget. Pokoknya para pemeran bocil ini bagus dan bisa diarahkan dengan baik. Dari video Youtube Visinema, lingkungan syutingnya kondusif karena ada playground dan waktu tidur siang setelah jam makan. Ada yang salat, ada yang tidak tetap memiliki waktu untuk tidur sebentar. Keren banget pengelolaan recharge energinya!

Untuk para pemeran dewasa juga bagus, terlebih Mak, Pak, Mbok sampai Cik Mien juga. Hanya aku heran saja kenapa nyonya Chang bicaranya kayak aksen bule yang dibuat-buat, mungkin itu memang ada di skripnya ya? Oh ya, aku senang banget karena idolaku semasa sekolah yang sering main FTV di SCTV, Junior Liem juga berperan di film ini. Aku dan oma sering menontonnya dulu, jadi senang banget bisa lihat doi di layar gede hehehe. Senyum manis dan sikap kalemnya masih sama, cocok banget perannya sebagai Pak. Aku juga suka Irma yang mampu men-deliver sifat Mak yang tegas namun lembut.

Makna yang Bisa Kamu Ambil Dari Film Na Willa (2026)

Dari film Na Willa (2026) ini, mengajarkan bahwa :

  • Perbedaan itu indah, kita sebagai orang dewasa harus mengajari anak untuk menghargai perbedaan baik suku maupun agama,
  • Menciptakan lingkungan kondusif untuk anak baik di rumah maupun sekolah,
  • Sabar dan memberi ruang untuk anak berpendapat, jangan memotong pembicaraan dan lihat apa yang dia tunjukkan,
  • Sebagai orangtua kita harus lebih menjaga anak terlebih dari risiko eksternal, menyadari adanya potensi bahaya misalnya bermain mengejar kereta,
  • Jarak bisa saja memisahkan sementara anggota keluarga, namun cinta dan kepedulian yang dipelihara makin menguatkan satu sama yang lain,
  • Kejujuran penting dan keberanian untuk memperjuangkan kebenaran itu patut mendapat apresiasi.

Untuk kamu yang suka genre drama keluarga dalam hidup sehari-hari yang riang dan diambil dari sudut pandang anak kecil, kudu cobain film Na Willa (2026) hanya di bioskop terdekatmu! Kemungkinan masih lama akan tayang karena pas di momen libur Lebaran. Sampai ketemu di review berikutnya ya 🙂


Info Seputar Film Na Willa (2026)

Judul : Na Willa (2026);

Tgl Rilis : 18 Maret 2026;

PH : Visinema Pictures;

Genre/Rate : Drama, Family, Slice of Life /Semua Umur;

Negara Asal : Indonesia;

Waktu : 118 Menit;

Pemain : Luisa Adreena sebagai Na Willa, Irma Rihi sebagai Mak, Junior Liem sebagai Pak, Freya Mikhayla sebagai Farida, Ira Wibowo sebagai Ny. Chang, Mbok Tun sebagai Mbok, Melissa Karim sebagai Cik Mien, Azamy Syauqi sebagai Dul, Arsenio Rafisqy sebagai Bud, Putri Ayudya sebagai Bu Tini, Agla Artalidia sebagai Bu Djuwita, Nayla D. Purnama sebagai Martini, Fanny Fadillah sebagai bapak Farida, Sita Nursanti sebagai ibu Farida, Ratna Riantiarno sebagai Bu Hermin, Calvin Jeremy sebagai Ahmadi, Kafin Sulthan sebagai Salim, Fita Anggriani sebagai Maryati, Kawai Labiba sebagai Suryani, Muzakki Ramdhan sebagai Fadli, Muhammad Adhiyat sebagai Rahman, Ankatama Ruyatna sebagai Ibu Bud, Nissy Meinard sebagai suster, Hifdzi Khoir sebagai suami Martini, Anizabella Lesmana sebagai guru mengaji.

Ada beberapa quotes yang ingin kubagi di sini :

“Berbohong itu seperti ada kerikil di sepatu, tidak enak jalannya.” ~ Mak

“Kalau kamu rajin, kamu bisa baca buku apa saja tanpa Mak.” ~ Mak

“Aku tidak mengerti yang Mak bilang, tapi aku yakin Mak benar.” ~ Na Willa

“Sebenarnya susah, tapi aku tidak mau dibantu. Aku yang membongkarnya, akulah yang harus memasangnya.” ~ Na Willa

“Aku mengerti perasaanmu Marie, kamu ibunya. Aku percaya, kamu yang paling tau kapan pintunya harus kita buka untuk Willa.” ~ Pak

 

Rating versiku : 5/5

Trailer bisa lihat di sini:

Kalau kamu mau kasih rating berapa?

Klik bintang di bawah untuk berikan rating ya!

Rating rata-rata 5 / 5. Yang sudah merating : 2

Belum ada ratingnya! Jadilah yang pertama berikan bintang

Share :

admin

Leave a comment

Kembali ke atas
error: Nggak boleh dicopy. Share link saja ya