[Sinopsis & Review Film] The Architecture of Love (2024)

Sinopsis dan Review Film The Architecture of Love (2024), Terapi Luka Batin di New York

Judul Film : The Architecture of Love (2024);

Tgl Rilis : 30 April 2024;

PH : Starvision Plus, Karuna Pictures, Legacy Pictures;

Genre/Rate : Drama, Romance / 13+;

Negara Asal : Indonesia;

Waktu : 110 Menit;

Pemain : Putri Marino sebagai Raia Risjad, Nicholas Saputra sebagai River Jusuf, Jerome Kurnia sebagai Aga Jusuf, Jihane Almira sebagai Erin, Omar Daniel sebagai Diaz Umbara, Arifin Putra sebagai Alam, Agla Artalidia sebagai Andara, Refal Hady sebagai Harris Risjad, Lydia Kandou sebagai Ibu River, Willem Bevers sebagai Ayah River, Imelda Therinne sebagai Muthia, Jeremie J. Tobing sebagai Paul


Halo, aku mau mengulas film Indonesia adaptasi novelnya Ika Natassa berjudul The Architecture of Love (2024). Dengan sutradara Teddy Soeriaatmadja, film ini juga bertabur bintang dengan pemeran utama yang aktingnya tak perlu diragukan lagi- ada Nicholas Saputra dan Putri Marino. Film The Architecture of Love (2024) menceritakan tentang seorang penulis best seller bernama Raia yang kehilangan ide dan mencari inspirasi di New York, lalu bertemu dengan arsitek misterius bernama River. Mereka menjadi dekat, saling melukai juga menyembuhkan karena luka batin di masa lalu.

Ulasan Film The Architecture of Love (2024): Terapi Luka Batin Penulis dan Arsitek di New York

Film The Architecture of Love (2024) bermula dengan Raia Risjad, penulis yang mengadakan perilisan buku barunya berjudul Rindu. Dia menceritakan pada awak media kalau inspirasi bukunya itu dari sang suami, Alam. Kebetulan lelaki itu ada di acara namun meminta izin pulang cepat karena perutnya sakit. Raia khawatir sehingga tidak berlama-lama dan bergegas pulang. Namun dia malah memergoki suaminya tidur dengan perempuan lain di kediaman mereka! Singkat cerita, Raia pun bercerai dan kesulitan mendapat ide untuk penulisan berikutnya, istilah kerennya writer’s block. Dia sampai pergi ke New York, tinggal bersama sang sahabat selama dua bulan. Editor Raia rajin meneleponnya untuk mengingatkan projek, jadi Raia berusaha menulis sembari bekerja sementara di sebuah toko buku agar tetap mendapat penghasilan.

Sang sahabat, Erin meminta Raia pergi bersamanya ke sebuah acara privat seorang musisi jazz Indo (sekaligus gebetannya) yang juga ada di NY, Diaz. Erin melakukannya dengan harapan siapa tahu Raia bisa dapat ide, sekaligus dia juga ingin “menjodohkan”-nya dengan Aga. Si Aga ini temannya Erin dan naksir berat Raia. Ketika pergi ke acaranya Diaz, Raia mengetikkan ide yang tiba-tiba datang di notes HP-nya  saat keluar dari toilet. Seorang lelaki menimpali gumaman Raia yang kelupaan sesuatu. Raia heran dan takjub akan lelaki itu, yang asyik menggambar sebuah sketsa. Bahkan dia memberikan sketsa itu pada Raia. Sayangnya mereka tak bisa berlama-lama ngobrol karena Erin menariknya dan mengenalkan dia kepada Aga.

pertemuan pertama raia dan river film the architecture of love
Pertemuan pertama Raia dan River (dok. trailer Youtube)

Pedekate Raia-River Dimulai!

Raia yang memang sering berjalan kaki di waktu lowong untuk menemukan ide, ketika berada di sebuah taman, dia melihat si lelaki penggambar sketsa ada pula di sana. Raia mengajaknya berkenalan. Rupanya si lelaki seorang arsitek dari Jakarta bernama River yang sedang ada urusan di NY. River yang terlihat mengetahui gedung dan tempat menarik di sana, membuat Raia kagum dan memintanya menjadi semacam pemandu agar bisa mendapatkan ide penulisan. Mereka sampai ngopi bersama dan penggemar Raia bahkan melihatnya serta meminta foto bareng. Si penggemar menyinggung apakah River itu suaminya Raia. Darisitu River jadi tahu bahwa Raia pernah bersuami namun sekarang tidak lagi.

Aga juga gencar mendekati Raia, sampai pergi ke tempatnya bekerja. Raia kemudian merekomendasikan buku-buku bagus untuk Aga baca. Selain itu Erin juga mengajak Diaz dan mereka berdua untuk makan bersama, berusaha menyemangati Raia yang masih sibuk mencari ide.

aga dan diaz berkenalan dengan raia karena erin
Erin memperkenalkan Aga dan Diaz pada Raia (dok. trailer Youtube)

Hari berikutnya River sampai menjemput Raia di rumah dan mereka pergi jalan-jalan berdua. Hubungan mereka makin intens, sampai beli popcorn bareng rekomendasinya Erin, tapi malah menurut River tidak enak dan memberikan rekomen merek lain. Ketika River mengantar Raia pulang, lagi-lagi wanita itu memanggilnya dengan nama ‘Bapak Sungai’. River langsung membentak, melarangnya memanggil dia dengan nama itu. Sebenarnya dari suatu tempat Raia juga pernah memanggilnya begitu dan tampak si River terpaku, kelihatan badmood. Hanya saja kan Raia tidak memperhatikan sampai situ.

river kadang baik kadang galak pada raia
River kadang baik kadang galak (dok. trailer Youtube)

Kakak-Adik Jatuh Cinta dengan Raia Risjad

Raia agak jengkel sekaligus heran dengan tingkah River. Eh perlahan kekesalannya mereda karena dapat kiriman bunga berkali-kali dengan kartu yang hanya bertuliskan ‘for Raia’. Dia sampai menyangka si River yang mengirimkan bunga-bunga itu, sampai nge-chat River untuk berterimakasih. Namun River tak merespon apapun. Di sisi lain, River menyikat gigi dan darah keluar dari mulutnya. Tingkahnya itu mendapat komen prihatin dari sang adik, yang ternyata Aga! Aga menyuruhnya untuk pergi ke dokter gigi, bahkan dia bertelepon dengan orangtua mereka dan meyakinkan dia bisa membantu sang kakak keluar dari rasa stres akan suatu hal. River juga terlihat selalu mencuci kaos kaki hijaunya, sampai Raia pernah tanya apa tidak ada warna lain yang bisa ia pakai. Dia mau belikan karena heran River cuci-pakai kaos kaki itu terus, mau pilih yang warna ungu. Wajah River jadi masam setelahnya. Ternyata hal-hal itu jadi hint tentang masa lalunya River.

River jadi lebih ingin mengenal Raia sampai membeli buku Rindu. Kemudian dia melihat adiknya juga memiliki buku-buku untuk dibaca. River menggodanya dan Aga memberitahu kalau itu semua rekomendasi dari cewek yang disukainya. Nanti ia akan memperkenalkan mereka. Hari berikutnya River malah melihat sang adik ngobrol dengan Raia, dari situlah dia mengetahui siapa cewek yang Aga suka. River mengalah untuk sang adik dan mulai menjauhi Raia. Sudah tidak mengajak bertemu lagi. Sementara Aga tidak sengaja melihat isi buku Rindu milik River, di sana ada ilustrasinya Raia! Mengetahui bahwa River sepertinya jatuh cinta pada Raia, Aga kemudian mengatur pertemuan mereka semua.

bunga dan buku rindu
Bunga dan buku Rindu (dok. trailer Youtube)

Aga, Sang Mak Comblang Raia-River

Aga mengajak Raia, Diaz dan Erin ke tempat miliknya- yang membuat River marah. River bahkan pura-pura tak mengenali Raia. Namun dia menawarkan diri menemani wanita itu pergi mencari obat di apotik. Di jalan River mengajak Raia melihat mercusuar dan menjelaskan tentang bangunan itu, yang membuat Raia makin marah padanya. River akhirnya kembali mengajaknya masuk ke dalam mobil, namun kemudian dia membentak Raia yang berusaha melepas seatbelt karena mau mengambil HP di kursi belakang. Raia sangat sedih dan bergegas cepat masuk ke dalam rumah River-Aga.

river membentak raia yang ingin buka seatbeltnya
River membentak Raia yang ingin buka seatbelt (dok. trailer Youtube)

Melihat itu Aga menegur River, kebetulan si Raia ada di dalam kamarnya River. Dia sempat melihat sebuah buku dan ada foto River bersama perempuan berambut panjang. Raia mendengar pembicaraan Aga dengan River, menandakan lelaki itu belum siap membuka hati. Di lain waktu, River juga keberatan mendekati Raia karena tahu Aga menyukainya, namun sang adik malah mendukung hubungan mereka. Sengaja mengundang mereka ke rumah itu untuk makin dekat satu sama lain.

River Mulai Membuka Hati untuk Raia

River akhirnya menceritakan pada Raia tentang masa lalunya di dapur, pernah mempunyai istri bernama Andara dan ia menangis tersedu-sedu di pelukan wanita itu. Dia yang mengendarai mobil ketika hari ulangtahunnya, dimana Andara memberi hadiah kaos kaki hijau yang sering dikenakannya sekarang. Bahkan ada kado di rumah yang disediakan istrinya sebagai kejutan. Karena mau mengambil obat giginya River di kursi belakang, Andara melepas seatbelt-nya dan terjadilah kecelakaan. Dia selamat namun Andara tidak. Perihnya lagi, Andara sedang mengandung ketika itu, kejutan yang dia sediakan di rumah adalah sebuah testpack bergaris dua. River dan Raia berbincang di luar rumah, membuka hati satu sama lain hingga mereka kemudian berciuman.

river mulai menyukai raia
River mulai menyukai Raia (dok. trailer Youtube)

Rupanya itu membuat River takut dan mencoba untuk menjauhi Raia lagi. Dia akan kembali ke Jakarta, membuat Aga mempertanyakan perasaan River yang sebenarnya untuk Raia. Sambil berteriak putus asa, River menjelaskan kalau dia menyukai Raia tapi masih sangat mencintai Andara. Rasanya dia belum bisa move-on. Malamnya River mengajak Raia makan enak di sebuah restoran, wanita itu sampai berdandan cantik. Di sela-sela pembicaraan, Raia menceritakan ulah mantan suaminya-Alam yang berselingkuh. Sesekali ia menangis, sesekali tertawa pahit.

River mengantarkan Raia ke rumahnya, disitulah River memberitahu bahwa dia akan pergi ke Jakarta. Raia menangis dan sangat kecewa pada kelakuan River yang labil. Raia juga curhat pada sang sahabat, Erin, bahwa dia selalu menjadi tempat persinggahan hati. Dia sudah lelah dengan semuanya. Walau River sudah pergi, dia tetap memberi perhatian kecil pada Raia dengan memberikan rekom destinasi bangunan menarik. Dia menjelaskan tempat itu dalam bentuk surat yang Raia suruh Erin untuk membacakannya. River memberi pesan bahwa dia menyukai tulisan Raia dan berharap wanita itu takkan pernah berhenti menulis.

Berani Mencintai Itu Baik!

Raia kembali ke Jakarta, datang di pesta pernikahan sepupunya- Harris Risjad (tokoh di novel Ika yang lain, Antologi Rasa). Eh, malah tak sengaja bertemu dengan River yang menemani sang ibu datang di pesta. Raia bersama-sama turun ke lobi bareng ibunya River yang mengeluh sakit kepala. Sang ibu menceritakan pada River bahwa dia ditemani perempuan baik ketika turun yang ternyata Raia. River meminta maaf karena tindakannya selama ini dan Raia menyindirnya suka menghilang. Raia sampai bertanya apa yang sebenarnya River mau darinya. River hanya tertegun menatapnya tanpa suara (Rangga AADC 2 banget nih ekspresinya!).

Beberapa waktu kemudian, Raia berhasil menamatkan buku kumpulan cerpen tentang setiap gedung punya cerita. Di acara perilisan buku, Raia menjelaskan kali ini bukunya terinspirasi seseorang, bukan Alam. Erin menghubunginya via video-call dan menceritakan keberaniannya mengungkapkan perasaan pada Diaz. Sayangnya ditolak, walau begitu Erin merasa lega. Selain itu ada seseorang datang mengejutkan Raia karena menyatakan perasaannya, orang yang tak disangka-sangka. Bahkan orang itu sadar kalau Raia suka sama River jadi dia tidak mengharapkan lebih. Orang itu pula yang rupanya mengirimkan bunga beberapa kali untuk Raia di New York. Dia dan Erin menjadi pemicu Raia untuk menelepon River dengan tujuan untuk mengungkapkan perasaannya sendiri. Akankah mereka bisa keluar dari bayang-bayang masa lalu dan menjalin hubungan bersama?

Premis Film The Architecture of Love (2024) yang Menarik

Dari premis cerita The Architecture of Love, aku cukup suka. Sebenarnya kisahnya simpel dan hangat, tentang dua orang yang pernah menikah sebelumnya dan memiliki luka batin karenanya. Mereka sama-sama berjuang untuk keluar dari masa lalu yang kelam. Hanya saja si lelaki lebih lamban untuk move on karena merasa bersalah pada istrinya dulu, dia merasa seperti pembunuh. Sehingga tokoh River ini suka menghilang, datang, pergi kemudian balik lagi. Aku juga suka dua tokoh utama film ini terasa lebih ‘sederhana’ daripada adaptasi novel Ika yang lain. Tidak terlihat glamor, metropop banget sampai memakai banyak barang branded dan hidup mewah. Jalan ceritanya sendiri juga mampu mengaduk-aduk perasaan, rapi dan manis sekaligus pahit. Begitu dewasa dan relate dengan kehidupan di sekitar. Tapi ada beberapa hal yang membuatku heran atau terasa kurang dari film ini :

  • Kenapa Raia melemparkan tas berisi HP ke kursi belakang sebelum keluar mobil? Hal itu seperti dijadikan alasan buat pemicu pertengkaran karena Raia yang duduk di kursi depan ingin membuka seatbelt untuk mengambil tasnya.
  • Beberapa kali pertemuan Raia dan River di babak awal film yang terasa seperti kebetulan disengaja, bahkan pertemuan River dengan Raia di pesta pernikahan sepupu perempuan itu.
  • Hint cowok yang ternyata menyukai Raia dan memberikan bunga tidak terlihat banget effort-nya dari awal, jadi rasanya kurang sreg gitu kenapa harus doi yang jadi pemuja rahasianya Raia hahaha.
  • Pemicu River akhirnya lepas dari masa lalu dan pergi menuju Raia tidak terlihat, seperti Raia yang menjalani hari-harinya setelah lelaki itu pulang lagi ke Indonesia. Apakah River terbayang-bayang terus dengan Raia atau gimana.

Film The Architecture of Love (2024) Menampilkan Akting Para Pemain dan Sinematografi yang Memukau

Penampilan para pemain sampai pemeran pendukung sekalipun punya fungsi masing-masing, semuanya juga bagus. Bahkan Arifin Putra yang porsi munculnya sangat sedikit tapi karakternya tetap mampu dibenci orang hahaha. Yang paling mencuri perhatian jelas Putri Marino. Aktingnya bagus sekali! Adegan sedih, nangisnya nyesek sekali. Bisa dengan mudah ketawa terus menangis, pas adegan tokohnya Raia menceritakan Alam yang berselingkuh pada River. Untuk Nicholas sendiri, dia memang cocok sekali memerankan tokoh yang kelihatan cool. Apalagi yang suka menghilang macam Rangga AADC hahaha. Namun baru kali ini aku lihat Nicholas memerankan sosok yang traumatis sampai teriak-teriak ke cermin, juga membentak perempuan. Uniknya pula di TAoL ini, tokoh Harris dari film Antologi Rasa menjadi kameo.

Dari sisi sinematografi, film ini begitu indah menampakkan pemandangan di New York, cerita seakan menyatu dengan bangunan-bangunan yang ada. Aku paling suka adegan Raia-River di taman sambil bekerja masing-masing. Baju dan style rambut para pemain juga cocok dan sederhana, tidak neko-neko. Apalagi Putri yang makeup-nya natural banget cantik alami. Untuk scoring dan lagu-lagu dalam tiap adegan sangat pas juga cocok membangkitkan emosi. Banyak lagunya dari penyanyi indie dengan lirik berbahasa Inggris. Walau begitu, aku masih lebih menyukai OST Critical Eleven yang dibawakan Isyana Sarasvati karena lebih kena di hati, aku bahkan masih ingat rasa sedihnya tiap dengar lagunya.

Sinematografi film The Architecture of Love yang memukau
Sinematografi yang memukau (dok. trailer Youtube)

Film Indonesia Roman Dewasa yang Wajib Kamu Tonton

Film The Architecture of Love (2024) ini cocok untuk kamu tonton bersama suami atau istri tercinta, pasangan kekasih, keluarga maupun sendirian juga. Masih ada kok di bioskop, ayo nonton hehehe. Intinya film bagus ini mengajarkan kita untuk berani mencintai walau tak dicintai balik, keluar dari kepahitan masa lalu karena hidup berjalan terus dan bisa memaafkan diri sendiri untuk menjadi lebih baik di masa depan. Film ini termasuk urutan kedua setelah Critical Eleven yang kusuka dari adaptasi bukunya Ika, ketiga si Twivortiare. O iya, buku The Architecture of Love karya Ika Natassa dengan kover film bisa kamu beli di sini, untuk kover biasa di sini dan juga dalam bentuk isi berbahasa Inggris.

Quotes film The Architecture of Love (2024):

“Cinta itu menyenangkan. Dengan berani mencintai saja, sudah terasa begitu membebaskan.” ~ Diaz

“Mencintai punya kuasa untuk menyembunyikan yang pahit-pahit, dan menampakkan yang manis-manis.” ~ Raia

“Laki-laki yang melayani kita, yang bikin kita jadi wanita paling spesial belum tentu laki-laki yang bisa kita percaya.” ~ Raia

“Sejauh apa pun kita melangkah, kita tidak dapat melupakan masa lalu.” ~ River

“Mampu merasakan cinta, tanpa harus dicintai balik itu cukup.” ~ Raia

“Kamu tidak bisa menghapus cinta sebelumnya, karena dia punya tempat tersendiri.” ~ River

“Setiap gedung punya cerita, setiap manusia punya trauma.” ~ Raia

“Gak semua yang kosong itu harus diisi karena bisa jadi cerita baru akan merusak memori yang bahagia.” ~ River

“Yang perlu dilakuin tuh jujur aja. That’s it.” ~ Aga

“Gak ada orang yang terbiasa sakit hati, mau berkali-kali pun.” ~ Erin

 

Rating versiku : 4/5

Trailer berikut ini :

 
Share :

Leave a comment