[Review Novel] Aksara Sevanya – Citra Novy

Judul Novel : Aksara Sevanya;

Pengarang : Citra Novy;

Tahun Terbit/ Cetakan: 2020 / 1;

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama – M&C Clover;

Genre/Rate : Remaja, Romantis / 13+;

Negara Asal : Indonesia;

Tebal Buku: 207 hal.


Hai, aku mau mengulas lagi novel Indonesia tapi bergenre teenlit dengan judul Aksara Sevanya karya Citra Novy. Sebelumnya aku cari di Gramedia tidak ketemu, untung saja dapat di Shopee. Memang toko online andalanku hehehe. Selain itu penulis buku ini sepertinya jadi favoritku, karya sebelumnya juga aku suka judulnya Light in a Maze.

Cerita Aksara Sevanya aku kenal dari Sweek, tapi aku tidak sempat membacanya hingga selesai dan ketika membukanya lagi ternyata sebagian besar sudah dihapus untuk penerbitan.

Sinopsis Singkat Aksara Sevanya

Novel Aksara Sevanya berkisah tentang lelaki SMA kelas 11 MIA 1 bernama Aksara yang menyukai Sevanya dari kelas sebelah yaitu MIA 2. Dia akan ikut remedial matematika sehingga menitipkan hadiah ulangtahun darinya pada Rian untuk dimasukkan ke dalam loker sang pujaan hati. Apesnya, di kelas MIA 2 ternyata punya dua nama Sevanya. Rian salah memberikan hadiah kepada Sevanya Alsava! Cewek itu mendatangi Aksara dan mengembalikan hadiah itu. Jelas Aksara tidak terima dengan perlakuan itu, tapi apa daya karena Sevanya Clareta alias Seva meminta cewek itu untuk mengembalikan hadiahnya. Aksara malah menyuruh Anya – panggilan Sevanya Alsava untuk mengambil saja hadiah itu.

Takdir mempertemukan mereka lagi. Anya bertemu dengan Aksara di rumah anak bimbingan lesnya, Adi. Ternyata Adi adalah adik dari Aksara. Anya tidak enak hati jika menolak tawaran ibu Aksara yang telah memberikan hadiah ulangtahun untuknya. Tawaran mengenaskan itu untuk mengajari Aksara pelajaran Matematika yang menjadi ajang remedial bagi cowok itu.

Anya dan Aksara mulai menjadi akrab dan saling menggoda- siapa yang akan menyukai satu sama lain dan akan ada dendanya. Diam-diam dan perlahan Aksara memerhatikan Anya. Semula dia meminta Anya memberi coklat untuk Seva, tapi dia memberikan coklat juga untuk Anya di dalam lacinya. Tapi Anya pikir itu untuk Seva juga hahaha. Anya sendiri mulai menganggap Aksara keren, dari gambar-gambar perspektif bangunan yang tertempel di dinding kamar. Darisitu pula Anya mengetahui Aksara yang punya kesedihan di masa lalu karena perceraian orangtuanya.

Menebak Sevanya Mana yang Akan Jadian dengan Aksara

Anya yang terlahir di keluarga yang sederhana tapi bahagia – namun sedikit galak, sementara Aksara yang tampak riang namun punya rasa tidak enak hati pada sang ayah. Juga Seva punya problema sendiri – ayah dan ibu yang jago di bidang bahasa begitupun sang kakak -Talia. Karena itu Seva dituntut untuk juga cakap dalam bidang bahasa dan mengikuti perlombaan. Apalagi dulunya di masa SD, dia pernah juara puisi dalam perlombaan di salah satu media cetak. Aslinya, Seva merasa bakat yang dirasakan malah di bidang gambar.

Di dalam buku ini kita akan menebak-nebak Sevanya yang mana yang akan jadian dengan Aksara. Karena tampaknya Aksara sangat nyaman dengan Anya, sementara yang dia sukai adalah Seva. Rupanya niat dia ketika kecil untuk bangkit dari kesedihan perceraian orangtua karena puisi Seva dulu. Masalahnya puisi itu punya rahasia. Juga rahasia Rian yang akhirnya terkuak oleh Seva. Dan tentu saja plot twist Seva dan Anya yang rupanya dulu sahabatan! Wah.

POV dan Percakapan Humoris yang Asyik

Novel Aksara Sevanya ini memilih sudut pandang beberapa orang pertama. Di tiap bab bisa ada 1 atau 2 sudut pandang orang pertama. Misalnya di bab 1 ada POV-nya Aksara dan Anya. Aku suka POV ini karena terasa karakter tiap tokoh, apa yang mereka rasakan dan pikirkan. Jadi rasanya ikut dalam cerita hehehe. Aku suka cara menggambarkan karakternya yang terasa kuat. Aksara yang riang tapi bisa gugup di depan Anya. Atau ada Anya yang galak tapi sebenarnya pedulian.  Seva yang munafik karena tuntutan kedua orangtuanya dan membenci diri sendiri. Tak kalah dengan interaksi absurd Rian-Opang-Aksara yang selalu asyik. Juga persahabatan Yemima-Anya yang asyik.

Secara plot, cerita ini sangat asyik diikuti dan pemilihan bahasanya mengalir. Percakapan Aksara dan teman-temannya juga gokil. Aku menyelesaikan baca novel ini hanya dalam waktu 3 hari saja loh.

Istilah dan Kosakata Baru

Ada beberapa kosakata baru yang menambah wawasanku, diantaranya :

  • Demek (hal. 38) : lembap atau kumal
  • Rengat (hal. 44) : retak bergaris hampir pecah
  • Anyep (hal. 118) berasal dari bahasa Jawa : hambar
  • Carport (hal. 135) atau emper mobil : tempat menyimpan kendaraan di depan rumah yang tidak memiliki garasi ataupun memiliki kendaraan lebih banyak dari kapasitas garasi.
  • Menggeragap (hal. 149) : tidak tahu apa yang harus dikatakan; gugup; terkejut

Kekurangannya Dikit Kok!

Pun walau begitu, masih ada sedikit typo juga:

  • Yemina, yang seharusnya ‘Yemima’ (hal. 52)
  • Tumpukkan, yang seharusnya ‘tumpukan’ (hal. 55)
  • Kalimat ‘bergerak ke masuk ke angkot’ seharusnya ‘ke’ tidak diketik dua kali, yang pertamanya dihilangkan saja (hal. 137)
  • Kalimat ‘”Pergi, nggak!” Ancamnya seraya’, seharusnya huruf awal ‘ancam’ tidak dikapital (hal. 142)
  • Tidak ada titik di akhir kalimat ‘yang kutahu itu adaaalah kunci mading’ (hal. 175)
  • Tidak ada titik di akhir kalimat ‘tangan opang melewati wajah gue untuk menoyor Rian’ (hal. 180)
  • Pada kalimat ‘dibanding kalimat-kalinat sebelumnya’ dalam paragraf akhir seharusnya ‘m’ bukan ‘n’ (hal. 193)
  • Kata ‘cekikikkan’ seharusnya hanya cekikikan saja (hal. 198)

Ada juga kosakata yang tidak kutahu artinya dari buku ini, yaitu mendecih pada hal. 12. Muter-muter KBBI dan inet tidak ada maknanya. Juga poin paling penting, ada ketidak-konsistenan warna kotak hadiah yang diberi Aksara. Pada hal. 8 Anya mengangsurkan hadiah ke Seva dengan kotak berwarna merah muda, sementara di halaman sebelumnya warna kotak hanya merah saja dan diikat pita merah muda.

Novel Aksara Sevanya ini sangat aku rekomendasikan untuk kamu yang butuh hiburan ringan masa remaja yang enak dibaca, tidak perlu berlama-lama dan bikin senyam-senyum sendiri. Banyak quotes dari novel ini diantaranya:

Kata orang, nahan perasaan itu sama seperti menahan buang air, bayangkan gue sudah menahan buang air selama bertahun-tahun! ~ Aksara (hal. 12)

“Jodoh nggak akan kemana, Brad. Buktinya ikan di laut aja bisa ketemu ayam si darat, mereka akan bersanding dalam etalase warteg pada waktunya.” ~ Opang (hal. 14)

“Kita nggak lagi hidup di dunia sinetron, Kang. Yang cukup bicara dalam hati, semua orang bisa dengar.” ~ Opang (hal. 161)

“Semua benda bisa dikatakan hadiah yang menyenangkan kalau diberikan di saat yang tepat, terutama ketika dibutuhkan.” ~ Aksara (hal. 169)

Rating versiku : 4/5

 
Share :

Leave a comment